ASB Apresiasi Langkah Dinas PUPR Terkait Masjid Agung

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PPP, Akhmad Saeful Bakhri (ASB) mengapresiasi langkah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, meminta pendampingan Badan Pengawasan Keuangan dan Pendampingan (BPKP) Jawa Barat terkait kelanjutan proyek Masjid Agung.

Langkah tersebut, kata ASB, agar kesalahan sebelumnya yang menjadi penyebab mangkraknya pembangunan Masjid Agung tak terjadi lagi. Namun, ia meminta agar PUPR menjalankan komitmennya untuk segera melelangkan proyek Masjid Agung yang sudah dinanti-nanti penyelesaiannya oleh warga Kota Bogor.

“Proyek Masjid Agung ini sudah cukup lama tersendat pembangunannya. Padahal, masjid itu merupakan salah satu rumah ibadah termegah di Kota Bogor, dan letaknya dekat Stasiun Bogor. Jadi saya berharap PUPR tak menunda untuk menyerahkan surat pelelangan,” ucapnya, Selasa (24/3/2021).

Politisi PPP itu mengatakan, bahwa DPRD akan konsisten mengawal penyelesaian pembangunan Masjid Agung, termasuk memberikan supporting anggaran pada tahun depan.

“DPRD sepenuhnya pasti mendukung penganggaran penyelesaian Masjid Agung. Sebab, rumah ibadah adalah satu pembangunan fisik yang prioritas,” kata anggota Komisi IV itu.

Diketahui, Dinas PUPR Kota Bogor akan menyerahkan surat pelalangan lanjutan proyek Masjid Agung dengan pagu anggaran Rp32.884.295.000 kepada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kota Bogor dalam waktu dekat ini.

“Kami akan serahkan dalam waktu dekat ini, agar pekan depan proyek itu dapat segera dilelangkan,” ujar Kepala Dinas PUPR, Chusnul Rozaqi saat dihubungi wartawan, Selasa (23/3/2021).

Saat ini, menurut Chusnul, pihaknya tengah meminta pendampingan dari BPKP Jawa Barat terkait kelanjutan proyek Masjid Agung.

“Kegiatan ini kan angkanya cukup besar, jadi pendampingan dibutuhkan agar dari semua sisi tak ada kesalahan.”

Iapun berharap, nantinya BPKP mau mengawasi dan mensupervisi dari mulai dokumen, pelelangan hingga pembangunan.

“Kami inginnya seperti itu. Mudah-mudahan BPKP mau,” katanya.

Untuk pengerjaan fisik tahun ini, masih kata dia, akan fokus pada struktur atap, pondasi dan atap, dengan jangka waktu pekerjaan hingga Desember 2021.

“Harus selesai tepat waktu, agar Masjid Agung ini cepat selesai,” ungkapnya.

Chusnul melanjutkan, untuk menyelesaikan pembangunan Masjid Agung dibutuhkan dana tambahan kurang lebih sebesar Rp50 miliar, yang meliputi pekerjaan fisik berupa landscape, tangga, menara dan interior.

“Kalau tahun depan dianggarkan Rp50 miliar, proyek Masjid Agung akan selesai,” ucapnya. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *