by

Menimbang Untung Rugi  Jalan Tol dan Jalur Tambang

Bogoronline.com, Cibinong – Permasalahan jalur khusus angkutan tambang masih menjadi persoalan yang cukup ruwet. Pembangunan jalan khusus angkutan tambang di wilayah Cigudeg, Parungpanjang, Rumpin, dan Gunung Sindur dianggap menjadi solusi untuk mengurai permasalahan lalulintas. Hal tersebut dikarenakan jumlah armada truk berbobot puluhan ton mencapai 8 ribu unit setiap hari. Jalan yang dilintasi truk tersbut juga digunakan oleh masyarakat umum.

Namun, pembangunan jalan khusus juga berpotensi mengakibatkan eksploitasi alam di wilayah Cigudeg, dan Rumpin akan semakin masif. Pemerintah perlu memikirkan dampak kerusakan alam yang akan ditimbulkan.

Kabag Administrasi Pembangunan Sekretariat, Ajat Rochmat Jatnika mengungkapkan,  potensi Sumber Daya Alam (SDA) pertambangan di Kabupaten Bogor sangat besar dan berkualitas baik. Karena itu, kebutuhan material quary untuk pembangunan infrastruktur di Jakarta sangat mengandalkan hasil tambang dari Kabupaten Bogor.

“Kan potensi tambang kita besar kurang lebih 8 ribu truk sehari dan memang kualitas hasil tambang kita yang di Cigudeg, Rumpin dan Parung panjang itu kualitas nomor satu,” kata Dia.

Selain itu, hasil tambang yang dihasilkan daerah tersebut pun menjadi primadona diberbagai daerah bahkan di luar kabupaten Bogor.

“Suplai untuk pembangunan jalan tol  di Jawa juga disuplai oleh hasil tambang kita. Selain itu  80 persen tambang kita didistribusikan ke arah Jakarta, Tangerang dan beberapa daerah lainnya,” ujarnya.

Sehingga, kata Ajat, pembangunan jalan khusus untuk kendaraan pembawa hasil tambang pun sangat diperlukan untuk mempercepat mobilisasi kendaraan.

“Juga ada pembangunan ini menjadi krusial, Karena dia tidak akan lagi bersinggungan dengan permukiman yang selama ini jadi permasalahan, dan tidak  bersatu lagi dengan jalan publik yang selalu ada kejadian yang tidak diinginkan seperti tabrakan dan lainnya,” tuturnya.

Ajat juga merespon positif, terkait rencana pembangunan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road 3 (JORR)  atau jalan yang diperuntukkan bagi kendaraan tambang akan segera dibangun pada Maret 2022.

“Informasinya di 2021 pemerintah akan serius mengkaji JOR 3 ini,  dan 2022 akan dibangun.  BPJT sudah akan melelang pekerjaan jalan tol namanya jadi JOR 3 Jakarta Outer Ring Road 3,” dia

Pejabat Fungsional Analis Lalulintas Jawa Barat, Yudi Rachmat mengatakan, rencana jalur tol JORR 3 ini akan melewati 3 daerah, mulai dari Serpong di Tangerang Selatan, Parung di Kabupaten Bogor dan Karawang.

“Jalurnya mulai dari Serpong ke Parung ,kemudian ke Bogor Sentul dari Sentul ke Karawang barat. tadi juga disampaikan bahwa rencana pembangunan akan segara dilakukan di Maret 2022,” ujarnya.

Dia berharap dengan dibangunnya jalan Tol JORR 3 ini, bisa mempermudah akses kendaraan tambang yang setiap harinya menghasilkan 8000 truk hasil tambang. Rencananya akan ada jalan tol dari Serpong ke Rumpin.  Angkutan tambang akan dipaksa masuk ke jalan tol.

Dinas Perhubungan dalam hal ini akan berkontribusi untuk merancang rekayasa lalu lintas di jalur tambang tersebut.

“Kita pas operasionalnya saja, nanti selama proses pembangunannya pasti perlu manajemen dan rekayasa lalulintas biar menghindari hambatan dan gangguan,” pungkas Yudi Rahmat. (eg)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *