by

PPKM Mikro Diperpanjang, Panti Pijat Hingga Hotel dan Karaoke Dibuka, Sekolah Masih Online

Bogoronline.com – Pemerintah Kabupaten Bogor kembali melakukan Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dari 9 hingga 22 Maret 2021. Panti pijat sampai tempat karaoke diperbolehkan beroperasi, namun pembelajaran sekolah masih diberlakukan dengan online atau daring.

“Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring/online dan dapat dilakukan uji coba belajar mengajar secara tatap muka/offline,” kata Ade Yasin lewat pesan berantai yang diterima Bogoronline.com, Selasa (9/3)

Namun, hotel, panti pijat, mall, supermarket dan lainnya diperbolehkan beroperasi dengan pembatasan pengunjung hingga 50% dari kapasitas.

“Hotel/Resort/Cottage/Villa/homestay/penginapan diperbolehkan dengan kapasitas pengunjung paling banyak 50 persen dari kapasitas,” kata Ade Yasin

Arena bernyanyi atau karoke, lanjutnya, baik yang berdiri sendiri atau merupakan fasilitas Hotel, Resort, Cottage, Villa, homestay, penginapan dan fasilitas tempat wisata diperbolehkan dengan jumlah pengunjung paling banyak 50 persen dari kapasitas dan jam operasional pukul 10.00 – 21.00 WIB.

Sama dengan peraturan di hotel, pemberlakuan panti pijat juga dibatasi hingga dengan jam 21.00 dengan pengunjung paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat.

“Jasa perawatan tubuh, kecantikan dan sejenisnya (antara lain Panti pijat, refleksi, spa, salon dan barber shop/cukur rambut, terapi) baik yang berdiri sendiri atau merupakan fasilitas Hotel, Resort, Cottage, Villa, homestay, penginapan dan fasilitas tempat wisata diperbolehkan dengan jumlah pengunjung paling banyak 50% dan jam operasional pukul 10.00 – 21.00 WIB,” paparnya.

Dengan pemberlakuan PPKM Mikro lanjutan ini, Ade Yasin berharap dapat menekan angka covid-19 di Kabupaten Bogor yang saat ini mencapai 11 ribu lebih kasus covid-19 di tanah Tagar Beriman.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Bogor agar tetap patuh pada protokol kesehatan yang berlaku.

“Mari bersama kita putus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan menerapkan 5M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Mengurangi Mobilitas Sosial, Menghindari Kerumunan),” ajak Ade Yasin. (eg)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *