by

Bongkar Home Industri Tembakau Gorila, Satnarkoba Polresta Bogor Cokok 3 Tersangka

BOGORONLINE.com, Bogor Timur – Satnarkoba Polresta Bogor Kota berhasil membongkar kasus home industri tembakau gorila atau ganja sintesis di wilayah hukumnya pada April 2021. Dalam kasus ini, polisi menangkap tiga tersangka dengan inisial RD, DR dan RS.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, kasus ini terungkap pada 12 April, setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan oleh jajaran Satnarkoba. Dari tiga tersangka yang berhasil diamankan di dua lokasi berbeda, DR dan RS diketahui merupakan kakak beradik.

“Ini berawal dari pengungkapan sejumlah kecil tembakau gorila, kemudian dikembangkan, ternyata di kontrakan ditemukan barang-barang yang digunakan untuk membuat tembakau gorila. Di antaranya ada alat pres, alat pemanas, 3 gelas ukur, 2 botol etanol, 2 botol gliserol dan dua bungkus serta 11 bungkus yang sudah jadi,” terang Kapolresta saat konferensi pers di pelataran Pasar Sukasari, Bogor Timur, Kamis (29/4/2021).

Dijelaskan Susatyo, tembakau gorila adalah salah satu jenis narkoba yang sama dengan ganja mempunyai dampak berbahaya. Hal itu berdasarkan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 UU 25/2009 tentang Narkotika.

“Ini dianggap sama, ganja itu alami, ini (tembakau gorila) sintetis. Tembakau gorila ini disemprot menggunakan cairan kimia sehingga memiliki efek yang sama, tergantungan, fly, eforia bagi penggunanya,” paparnya.

Di kesempatan ini, iapun kembali mengimbau kepada khususnya masyarakat Kota Bogor agar tetap tidak bersentuhan dengan narkoba dalam jenis ataupun bentuk apapun. Sebab, narkoba mempunyai dampak berbahaya dan kecanduan bagi penggunanya.

“Tembakau gorila ini menjadi favorit di masa pendemi seperti saat ini, dikonsumsi oleh anak-anak muda. Sekali lagi kami imbau, karena ini berbahaya dan membawa efek tergantungan,” tegas Kapolresta.

Ditempat yang sama, Kepala Satnarkoba Polresta Bogor Kota Kompol Agus Susanto menjelaskan, terbongkarnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang menginformasikan adanya transaksi narkoba. Di lokasi yang disebut masyarakat, polisi berhasil menangkap RD saat itu tengah menempelkan paket tembakau gorila pesanan konsumen.

“Di situ kita lakukan penangkapan, kemudian dikembangkan dari TKP (tempat kejadian perkara) pertama ke TKP kedua. Di TKP kedua, ditemukan satu orang pemesan termasuk dia pemilik akun instagram (DR) dengan 30 paket,” kata Agus.

Dari pemeriksaan lebih lanjut, kata Agus, para tersangka di bawah kendali RS. Ia mengatakan, ketiga tersangka yang ditangkap tersebut terlibat dalam satu jaringan peredaran narkoba tembakau gorila di Kota Bogor.

Tembakau gorila yang diproduksi skala rumahan oleh para tersangka dipasarkan secara online melalui instagram. Dari pengakuan tersangka juga selama ini barang haram tersebut dipasarkan di sejumlah wilayah kota dan kabupaten Bogor dengan modus sistem tempel dari pengedar ke pemakai.

“Pengakuan sementara bahwa dia (tersangka) baru sekitar enam bulan, memproduksi baru dua kali, jadi masih tahap belajar. Makanya untuk zat kimia masih menggunakan lokal bukan dari luar (negeri). Yaitu gliserol dibeli secara online di Indonesia,” imbuhnya.

Sementara salah satu tersangka mengaku bisa meracik tembakau gorila didapatnya dari temannya. Produksi tembakau gorila yang dilakukan dengan menggunakan campuran bahan kimia yang kemudian disemprotkan.

“Ini tembakau biasa beli Rp17 ribu per 25 gram. Kalau sudah jadi dijual Rp500 ribu per 5 gram. Campuran alkohol dan gliserol. Disemprot biasa,” katanya.

Meski dalam pengakuannya baru menjalankan bisnis haram tersebut. Namun tersangka mengatakan setiap harinya dapat menerima pesanan 4 sampai 5 paket tembakau gorila. “Pembelinya 19 (tahun) ke atas.” (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *