by

Berang, Pelapor Ancam Polisikan Saksi Kades Pemalsu Surat

BOGORONLINE.com, CIKARANG – Saksi pelapor Gunawan alias Kiwil dalam kasus pemalsuan surat yang dilakukan Kades Tamanrahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Abdul Wahid dan rekan, berang.

Kiwil berang atau marah lantaran keterangan Roy Kamaludin sebagai saksi A de Charge atau saksi meringankan yang dihadirkan pengacara Taufik Hidayat saat sidang di PN Cikarang, Kamis (20/5) lalu dianggap berbohong dan mengada-ada.

Roy dihadirkan dalam kasus itu, terkait adanya aliran dana berupa dana terima kasih sebesar Rp 600 juta kepada saksi pelapor Kiwil. Dimana, Roy yang menantu Abdul Wahid saat itu, ikut berperan mengupayakan dana untuk penangguhan penahanan sang mertua ketika berada dalam tahanan penyidik Polres Metro Bekasi Kabupaten.

Roy membeberkan, uang terima kasih sebesar 600 juta, benar adanya. Dana digelontorkan kepada pelapor dua kali. Pertama Rp 410 juta, diserahkan di rumah Rusnadi, keluarga terdakwa Wahid, yang menerima saksi pelapor Kiwil. Selanjutnya, penyerahan kedua sebesar Rp 190 juta diserahkan kepada Nanta Johan, saudara sepupu pelapor.

Pengurusan dana yang dilakukan Roy untuk membebaskan Wahid karena waktu itu dirinya masih jadi menantu. Karena sekarang sudah bercerai dengan anak pak kades, dirinya tidak ikut-ikutan lagi.

“Dana diberikan kepada pelapor dalam dua tahap. Pertama diterima Kiwil dan keduanya diterima Nanta, keluarga dari Kiwil,” kata Roy dalam persidangan.

Keterangan yang disampaikan Roy Kamaludin di depan majelis hakim Chandra Ramadhani, S.H, M.H (Ketua), Agus Sutrisno, S.H, (Hakim I ) dan Albert Dwi Putra Sianipar, S.H (Hakim II) serta Jaksa Danang kemarin, membuat saksi pelapor Kiwil angkat bicara. Ia menggarisbawahi dua keterangan saksi Roy yang dianggap tidak benar dan bisa jadi blunder dalam putusan majelis hakim nanti.

Kesaksian saat penyerahan uang tahap pertama di rumah Rusnadi yang disampaikan Roy dalam persidangan, jadi masalah baru.

Penyerahan uang terima kasih diakui Kiwil, dana itu diterima dari keluarga terdakwa Wahid. Namun, Kiwil memperjelas, dalam penyerahan uang terima kasih, tidak ada Roy, yang ada Cucum dan Rusnadi.

“Saat penyerahan uang ke saya, tidak ada saudara Roy, yang ada Cucum dan Rusnadi. Tapi dalam persidangan saksi Roy menceritakan kalau dia mengetahui penyerahan uang. Menurut saya, itu sudah kesaksian palsu,” tegas Kiwil.

Disebutkan pula, hubungan keluarga antara dirinya dengan Nanta yang disampaikan saksi Roy sebagai penerima uang tahap II adalah keluarga Kiwil, itu juga dibantah keras.

“Saya tidak ada hubungan keluarga dengan Nanta, jadi tidak benar. Keterangan itu terkesan direkayasa dan mengada-ada,” kata Kiwil melalui sambungan telephone, Sabtu (22/5).

Karena itu, Kiwil mengancam akan mencari keadilan dengan cara menempuh jalur hukum jika saksi meringankan tidak meralat pernyataannya yang disampaikan dalam persidangan. Karena hal itu bisa jadi blunder dalam putusan hakim nanti.

“Hal ini saya lakukan demi terwujudnya persidangan yang bersih tanpa intervensi dari pihak mana pun,” tandas Kiwil.

Terpisah, Nanta yang disebut ada keluarga dengan Kiwil, ikut membantah pernyataan Roy. “Itu tidak benar, saya tidak ada hubungan keluarga dengan Kiwil,” pungkas Nanta. (soeft)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *