by

Rudy Susmanto Kecewa Insentif Nakes Baru Dianggarkan

 

Cibinong – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengaku kecewa lantaran Dinas Kesehatan (Dinkes) baru menganggarkan insentif nakes dalam APBD Perubahan 2021. Karena, sebelumnya insentif nakes rencananya dialokasikan pada perubahan parsial APBD pada triwulan kedua 2021.

“Tapi saat pembahasan kebijakan umum perubahan APBD, justru baru mau dianggarkan sekitar Rp60 miliar untuk sampai Desember 2021,” kata Rudy, Selasa (28/9).

Menurutnya, insentif nakes merupakan skala prioritas dalam penganggaran, mengingat peran mereka dalam penanganan Covid-19. Namun, sejauh ini Pemkab Bogor baru menganggarkan insentif nakes hingga April 2021.

“Saya sangat kecewa untuk hal ini. Bisa dibayangkan pemerintah bisa membangun infrastruktur dengan anggaran ratusan miliar, tapi untuk insentif tenaga kesehatan yang nilainya hanya Rp60 miliar malah tidak dimasukkan. Ini gimana,” cetus Rudy, Selasa (28/9)

Seharusnya, kata dia, Pemkab Bogor mengedepankan insentif tenaga kesehatan ini dibanding hal lain. Dari laporan yang diterimanya, pengajuan anggaran dari dinas kesehatan tersebut didominasi infrastruktur dan pembelian alat kesehatan.

“Dulu saya dapat laporan insentif tenaga kesehatan ini dimasukkan ke dalam parsial. Nah sekarang malah gak ada itu anggaran, jadi kemarin itu apa yang dibahas, apa yang ditentukan,” tegas Rudy.

Pembahasan anggaran perubahan sendiri masih terus dilakukan hingga saat ini. Rudy meminta Pemkab segera memasukkan anggaran insentif tenaga kesehatan sebelum perubahan ditetapkan.

“Jadi saya minta ini (insentif tenaga kesehatan-red) dimasukkan di anggaran perubahan segera, sebelum postur anggaran ditetapkan,” tandas Politisi Gerindra itu.

Postur anggaran perubahan akan segera ditetapkan oleh DPRD dan Pemkab Bogor. Rencananya, hal itu akan diparipurnakan pada akhir bulan ini antara 29 atau 30 September 2021.

Pemkab Bogor, telah mencairkan insentif nakes hingga Februari 2021 sebesar Rp34,8 miliar. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Ade Jaya Munadi menjelaskan, pencairan yang sudah dilakukan untuk pemberian insentif di bulan Januari dan Februari 2021.

Dia menjelaskan, besaran insentif yang diberikan untuk dokter spesialis Rp7,5 juta, dokter umum atau gigi Rp5 juta, bidan atau perawat Rp3,75 juta dan tenaga kesehatan lainnya Rp2,5 juta.

“Untuk tahun ini, insentif dibebankan ke pemerintah daerah. Kalau tahun 2020 kan anggarannya disiapkan dari Kementerian Kesehatan langsung,” kata Ade Jaya.

Peralihan pemberian insentif dari Kementerian Kesehatan ke Pemkab Bogor ini, berdampak pada besaran insentif kepada para nakes. Jika pada 2020 dokter spesialis mendapatkan Rp15 juta, dokter umum atau gigi Rp10 juta, bidan atau perawat Rp7,5 juta dan tenaga kesehatan lainnya Rp5 juta.

“Untuk 2021 ini, Kementerian Dalam Negeri minta setiap pemda mencairkan insentif nakes itu minimal 50 persen dibanding tahun lalu atau menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” jelas Ade.

Selain itu, BPKAD Kabupaten Bogor pun telah mencairkan insentif vaksinasi sebesar Rp4,8 miliar dengan besaran honor Rp500 ribu.

“Kita juga sudah cairkan pembayaran insentif untuk bulan November 2020 sekitar Rp18,6 miliar. Anggaran ini sumbernya dari Kemenkes yang masuk ke kas daerah di akhir Desember 2020 yang kemudian kita anggarakan di 2021,” jelas Ade.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mike Kaltarina mengakui jika ada keterlambatan dalam pemberian insentif nakes. Namun, hal itu lebih disebabkan faktor teknis seperti verifikasi penerima yang harus akurat.

“Anggarannya ada. Tapi memang verifikasinya yang agak lama. Karena kami verifikasi sesuai yang diajukan oleh RSUD maupun puskesmas. Kalau ada kesalahan ya kami minta perbaiki dulu. Harus faktual juga penerimanya,” kata Mike.

Pemberian insentif 2021 baru dilakukan pada Januari dan Februari. Sementara untuk Maret, kata Mike saat ini masih dilakukan proses verifikasi dari data nakes yang diajukan RSUD dan puskesmas.

Dia mengungkapkan, untuk Januari dan Februari itu pemberian insentif mencakup 4.258 nakes. Dari empat RSUD sebanyak 2.997 orang dengan nilai sekitar Rp11,1 miliar dan puskesmas 1.261 orang dengan nilai sekitar Rp4,41 miliar.

“Saya harap teman-teman tenaga kesehatan bersabar untuk pemberian insentif ini. Kita terus coba percepat verifikasinya dan saya pastikan uangnya sudah ada. Kalau verifikasi selesai, langsung ditransfer ke rekening,” katanya.

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.