by

Akhirnya Wartawan “Bodrek” Diringkus Polisi, Ade Yasin : Saya apresiasi

 

Cileungsi – Polres Bogor berhasil meringkus dua orang wartawan “Bodrek” atau abal-abal yang berinisial JES (45) dan JN (46) yang mengaku sebagai wartawan dalam melakukan aksi pemerasan beberapa waktu lalu.

Kapolres Bogor, AKBP Harun menyebut, tersangka tidak segan-segan melakukan kekerasan terhadap korbannya dan mengancam akan mempublikasikannya di media. Selain itu, wartawan Bodrek ini juga kerap melakukan pemerasan terhadap sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk dijadikan korbannya.

“Pelaku pemerasan dan pengancaman tidak segan-segan memaksa meminta sejumlah uang kepada korbannya. Uang yang diminta hingga ratusan juta rupiah,” kata Harun, saat melakukan konferensi pers di Mapolsek Cileungsi, Sabtu (2/10).

Selain menangkap dua orang tersangka, Polres Bogor masih melakukan pengejaran terhadap tiga orang lainnya yang merupakan sindikat kawanan pemerasan berkedok wartawan.

Dari tangan pelaku pemerasan tersebut, petugas menyita sejumlah kartu identitas wartawan palsu, kartu ATM, dan sejumlah ponsel yang digunakan untuk memeras korban.

Di tempat yang sama, Bupati Bogor Ade Yasin mengapresiasi langkah polres Bogor yang telah berhasil mengungkap kasus pemerasan oleh orang yang mengaku wartawan itu.

“Kami apresiasi Kepolisian, karena berhasil membongkar kasus pemerasan ini oleh orang-orang mengaku wartawan,” kata Ade Yasin.

Dia mengaku, pada beberapa waktu lalu dia sempat dibuat risih dengan ulah para wartawan bodrek yang mengganggu kinerja kepala desa (kades) di beberapa wilayah.

“Sekarang kita ada program satu miliar satu desa (samisade). Nah yang begitu-begitu (wartawan bodong) pasti banyak yang mengganggu kades. Suka mencari-cari masalah ujung-ujungnya memeras dan mengancam,” ungkapnya saat itu di Klapanunggal, Rabu, 16 Juni 2021.

Menurutnya, para kades hingga pejabat di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus meningkatkan literasi mengenai media dan tidak perlu takut terhadap orang yang mengaku-ngaku sebagai wartawan.

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *