by

KPUD dan Pemkab Bogor Lakukan Sosialisasi Pemilu ke 1000 Murid SMA

 

Cibinong – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan Sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 secara hybrid, di SMKN 1 Cibinong, Senin (11/10).

Bupati Bogor, Ade Yasin menyebut, sosialisasi pendidikan politik itu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman para pelajar sebagai pemilih pemula tentang pendidikan politik sehingga tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu hoaks dalam menentukan pilihannya,

“Mereka harus mendapatkan pendidikan politik yang baik, jangan sampai mereka terpengaruh oleh isu hoaks dalam mencari dan menentukan calon pemimpin, sehingga mereka bisa mendapatkan informasi jelas dan benar tentang calon pilihannya baik di Pilkada maupun Pilpres, ” kata dia.

Ketua DPW PPP Jabar ini mengaku, di usia SMA ini, pemahaman politik harus betul-betul disampaikan kepada siswa dengan benar dan baik, sehingga pandangan mereka terhadap politik lebih tajam lagi.

“Saya kira anak-anak ini juga banyak yang punya potensi untuk nanti bisa berkiprah di politik. Kegiatan ini jadi salah satu upaya mengembalikan kepercayaan anak muda terhadap politik,” paparnya.

Sementara, Ketua KPU Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni menambahkan, sosialisasi pemilih pemula adalah rangkaian dari penandatanganan MoU antara Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah I Provinsi Jawa Barat dan KPU Kabupaten Bogor, salah satunya adalah melakukan pendidikan pemilih berkelanjutan. Berdasarkan data dari KCD, pemilih milenial ini cukup besar potensinya yakni sekitar 212.000.

“Ini yang akan terus kita berikan pendidikan politik kepada para pemilih pemula salah satunya acara webinar ini. Kita juga punya vote simulator untuk teman-teman saat memilih ketua OSIS, kita akan bantu penggunaan aplikasinya. Kemudian kita punya RPP Digital juga buat teman-teman pemilih milenial, ketika ingin belajar tidak harus datang ke KPU bisa melalui website dan melalui android,” tegas Ummi.

Ummi menyatakan, bahwa pemilih milenial punya peran yang besar dalam penyelenggaraan pesta demokrasi, pertama sebagai pemilih, kedua bisa menjadi penyelenggara.

“Kita butuh kurang lebih hampir 150 ribu orang untuk bisa jadi PPK dan PPS, saya yakin kalau penyelenggaranya dari teman-teman millenial ini jiwa dan semangatnya kan pasti beda,” tukasnya.

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *