Kelar, Musdus Tingkat Desa Cikarageman Digeber

Daerah, Headline1.4K views

BOGORONLINE.com, Musyawarah Dusun (Musdus) tingkat Desa Cikarageman, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi digelar. Tiga titik lokasi pelaksanaan di tiga dusun, digeber dalam waktu sehari.

Pelaksanaan musdus menghadirkan para ketua RT, RW, tokoh masyarakat dan elemen masyarakat lainnya. Dalam musdus, usulan yang muncul, diantaranya peningkatan infrastruktur, pendidikan dan penanganan stunting.

Kepala Desa (Kades) Cikarageman Markun Hidayat mengatakan, musdus adalah titik awal penyerapan aspirasi. Makanya, dianggap perlu dilaksanakan demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan untuk kemajuan bersama.

“Yang hadir, adalah mereka yang paling memahami lingkungannya seperti para ketua Rt dan RW serta elemen masyarakat. Makanya, pemerintah desa berupaya semaksimal mungkin dalam pelaksanaannya,” kata Markun Hidayat usai musdus didampingi kepala dusun 1 Juhana, Kampung Sadang Rt 03/01, Cikarageman, Rabu (15/12).

Hasil dari musdus lanjut dia, dibawa ke musyawarah rencana pembangunan desa (Musrenbangdes) tingkat desa. Selanjutnya akan dilakukan pendataan dengan mengusulkan pembangunan skala prioritas. Hasilnya, dibawa ke musrenbang tingkat kecamatan bersama anggota DPRD Kabupaten.

“Kalau ada usulan skala prioritas yang tidak terbawa ke tingkat Kabupaten, akan kita upayakan melalui penggunaan dana tingkat desa. Semua ini kita lakukan demi terciptanya pembangunan yang berkelanjutan demi kemajuan bersama,” lanjut dia.

Ketua RW 07 Sukarna mengatakan, infrastruktur  yang diusulkan berupa perbaikan jalan dan drainase. Hal itu dianggap mendesak karena kondisi lingkungan rawan banjir. Dengan harapan, dapat diwujudkan pada penggunaan anggaran tahun berikutnya.

“Usulan ini sesuai kondisi lingkungan kami yang rentan banjir. Beberapa Rt mengalami kebanjiran akibat drainase yang tidak tertata dengan baik, terendam sampai semeter,” kata Sukarna.

Sementara, Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Cikarageman Ny. Rani Markun mengatakan, stunting di wilayahnya telah tertangani dengan baik. Ia mengaku, beberapa kasus balita terindikasi stunting, berkat kesigapan kader posyandu, semua teratasi.

“Saya mengajak seluruh masyarakat peduli dengan kasus stunting. Karena, mereka, para balita adalah generasi masa depan bangsa ini. Kepada ibu hamil dan balita saya himbau agar selalu memeriksakan diri ke posyandu. Apabila masyarakat menemukan kasus stunting, segera berkoordinasi dengan kader posyandu,” tandas Rani. (Soeft)