Ketua GOW Sebut Hari Ibu Momentum Gerakan Perempuan Indonesia

Cibinong – Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bogor, Lilis Hayatun Nafsiah mengungkapkan, hari Ibu merupakan sejarah bagi gerakan perempuan Indonesia.

“Kaum perempuan mulai bangkit sejak gema sumpah pemuda dan lantunan lagu Indonesia Raya pada tanggal 12 Oktober 1928 digelorakan dalam Kongres Pemuda Indonesia menggugah semangat para pimpinan kaum perempuan untuk mempersatukan diri dalam satuan wadah mandiri,” kata dia, saat Peringatan Hari Ibu Ke-93 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tingkat Kabupaten Bogor, di Auditorium Setda, Rabu (22/12).

Kemudian, lanjutnya, pada tahun 1938, Kongres Perempuan Indonesia di Bandung menyatakan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu sekaligus dijadikan tonggak sejarah bagi kesatuan pergerakan perempuan Indonesia.

“Sehingga Peringatan Hari Ibu ini tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu tapi juga jasa perempuan secara menyeluruh, baik sebagai ibu dan istri maupun sebagai warga negara, warga masyarakat, dan sebagainya,”katanya.

Momen ini juga, lanjutnya, untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda akan makna hari ibu sebagai hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak dipisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa Indonesia.

Sementara, Bupati Bogor, Ade Yasin berharap, ada hari ini ini bisa dijadikan momentum dalam meningkatkan semangat perempuan Kabupaten Bogor untuk terus berkiprah dan berkontribusi dalam pembangunan.

“Kaum perempuan kini dituntut untuk sadar dan berperan aktif di berbagai bidang dan memiliki kesempatan yang sama dengan kaum lelaki di dunia politik, pemerintahan, pendidikan, sosial-ekonomi, dan lain-lain. Tergantung sejauh mana dia mampu memberdayakan dirinya dan meraih kesempatan untuk maju,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *