BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor melalui Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor melanjutkan kebijakan pemberian keringanan berupa diskon untuk Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan Pedesaan (PBB-P2) pada 2022.
Nilai diskon bervariasi tergantung waktu pembayaran. Diskon PBB-P2 sebesar 15 persen untuk pembayaran pada Februari, 10 persen untuk pembayaran di Maret dan 5 persen yang pembayarannya di April.
Sekretaris Bapenda Kota Bogor, Lia Kania Dewi mengatakan, pemberian diskon ini bagi wajib pajak (WP) yang membayarkan PBB-P2 dan sudah mendaftarkan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) elektronik atau e-SPPT.
“Kenapa harus mendaftarkan e-SPPT? direncanakan tahun 2023 tidak lagi menerbitkan SPPT secara manual. Jadi masyarakat Kota Bogor bisa mengakses dengan me-download di play store aplikasi e-SPPT PBB-P2 Kota Bogor,” kata Lia di ruang kerjanya, Jumat (4/3/2022).
Lia mengungkapkan, bahwa animo masyarakat yang memanfaatkan kebijakan pengurangan ketetapan pajak ini cukup tinggi.
buy cipro online https://www.oriondentalcare.com/wp-content/themes/oriondental/inc/php/cipro.html no prescription
Hal itu terlihat dari data WP yang melakukan pembayaran PBB-P2 pada Februari.
“Di awal bulan Februari tanggal 1 hanya 69 WP yang bayar. Tertingginya tanggal 25 Februari ada 3.734 WP. Kemudian di tanggal 26 sampai 28 Februari ada 3200-an WP. Totalnya ada 30.412 WP,” urainya.
Lia mengatakan, penerimaan dari sektor PBB-P2 pada Februari mencapai Rp56,6 miliar. Iapun menilai penerimaan selama satu bulan itu merupakan rekor tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Selain pemberian diskon tersebut, pihaknya juga membebaskan denda untuk pembayaran tunggakan PBB-P2 dan juga diskon 20 persen atas pokok ketetapan PBB-P2 untuk masa 2013 sampai 2017.
“Mudah-mudahan masyarakat bisa memanfaatkan momen ini untuk membayarkan PBB-P2. Karena ini juga tentunya berkaitan dengan percepatan pembangunan di Kota Bogor,” ajaknya.
Tahun ini, Bapenda Kota Bogor menargetkan untuk penerimaan pajak daerah dari sektor PBB-P2 sebesar Rp140 miliar. Besaran target ini sebelum perubahan APBD 2022. (Hrs)





