Antisipasi Tumbang, Disperumkim Gencarkan Pemeliharaan Pohon

BOGORONLINE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) menggencarkan pemeliharaan hingga penebangan pohon untuk kategori kerawanan tertentu di beberapa jalan protokol se-Kota Bogor.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program prioritas yang dilakukan Disperumkim hingga akhir tahun 2022. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati pada Disperumkim Kota Bogor Irfan Zacky Faizal.

“Untuk antisipasi, mitigasi bencana pohon tumbang, dahan patah dan sebagainya, kita sampai akhir tahun sudah membuat jadwal penebangan dan pemeliharaan. Serta sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada Dishub (Dinas Perhubungan) dan jajaran kepolisian,” kata Irfan kepada awak media, baru-baru ini.

Ia menambahkan, bahwa pemeliharaan pohon tersebut dilakukan baik pada pohon dengan Kartu Tanda Pohon (KTP) warna kuning ataupun kondisi rawan. Seperti hal tersebut telah dilakukan di kawasan Jalan Pandu Raya, Veteran dan Panaragan.

“Sampai 31 Desember 2022, Insya Allah kita laksanakan pemeliharaan pohon untuk mengantisipasi dahan dan pohon tumbang hingga dahan patah. Walaupun kita tidak tahu fakta di lapangan seperti apa, yang jelas itu sebagai pencegahan bencana,” ujar Irfan.

Lebih lanjut dijelaskan, selama satu tahun ini dilakukan pemeliharaan pohon di beberapa jalan protokol. Selain Jalan Veteran dan Jalan Pandu Raya, pihaknya juga melakukan pemeliharaan di Jalan Ahmad Yani dan Heulang.

“Sekarang kami sebar kembali di beberapa ruas jalan. Kalau sesuai SK Wali Kota Bogor, Ada 463 ruas jalan. Nah itu untuk kita sudah membuat jadwalnya selama setahun. Jadi sudah full, itu ruas jalan mana saja, tanggal berapa dan bulan apa diintervensinya,” jelasnya.

Sisi lain, Irfan mengakui program KTP pohon masih berjalan meskipun masih banyak pohon yang belum teridentifikasi dalam bentuk KTP pohon. Saat ini, sambungnya, Kota Bogor masih menunggu surat balasan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Kita sambil running saja. Kita masih menunggu surat balasan dari BRIN. Insya Allah bulan Agustus atau September sudah ada. Ya memang masih banyak yang belum bersertifikat,” ucapnya.

Untuk tahun ini, masih kata Irfan, ada sekitar 250 pohon yang sudah disertifikasi. Hal tersebut terus dilakukan secara bertahap di setiap tahunnya. “Bertahap, jadi setiap tahun ada, karena ini kan MoU dengan LIPI yang sekarang jadi BRIN,” pungkasnya. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *