Kagum, Kapolsek Setu Tinjau Pemotongan Hewan Qurban Menggunakan ALBOSA

Daerah, Headline, IPTEK1.1K views

BOGORONLINE.com, BEKASI KABUPATEN- Penggunaan alat peroboh sapi (ALBOSA) oleh panitia qurban Masjid Baiturrahman, Perumahan Griya Pratama Mas (GPM), Kampung Sadang, Desa Cikarageman, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, membuat decak kagum. Pasalnya, puluhan hewan qurban sapi dieksekusi dalam waktu singkat dengan personil seadanya, tanpa mengeluarkan tenaga besar.

Ketua Panitia Qurban, Gunadi mengatakan, ALBOSA sangat efisien digunakan dengan hasil maksimal. Alat itu baru pertama kali digunakan atau masih tahap uji coba. Dapat mempercepat pekerjaan dibanding pemotongan qurban tahun lalu yang masih menggunakan sistem ikat. Penggunaan alat roboh itu menyusul meningkatnya hewan qurban dari tahun ke tahun.

“Hasilnya, sangat maksimal, dapat menghemat waktu sampai tiga jam. Penggunaannya pun sangat praktis, karena hanya dikerjakan beberapa orang saja,” kata Gunadi. Minggu (10/7).

Lanjut Gunadi yang akrab disapa Sentot, dengan sapi sebanyak 10 ekor, hanya dikerjakan kurang dari 3 jam oleh personil 4 orang. Sehingga penghematan waktu dan tenaga personil yang bertugas dapat dilakukan, hasilnya pun maksimal.

“Penggunaan ALBOSA sangat efisien, baik waktu maupun tenaga. Berbeda dengan cara sebelumnya, mengikat hewan qurban secara manual, menyita waktu lama dan tenaga yang cukup banyak. Saya melihat, alatnya sederhana dengan material murah dan mudah didapatkan.,” lanjut Sentot.

Prosesi penyembelihan hewan qurban sebanyak 10 ekor Sapi dan 32 ekor Kambing oleh panitia yang tidak lain Jamaah Masjid Baiturrahman, warga RW 07, dalam pantauan langsung Ketua RW 07 Sukarna. Walau dalam kondisi kurang sehat, dirinya tetap hadir di tengah warganya.

“Walau kurang sehat, saya berusaha hadir bersama warga RW 07. Saya bangga melihat kekompakan dan kebersamaan warga,” terang Sukarna.

Dibawah koordinator lapangan (Korlap) Joko Surono, proses penyembelihan menggunakan ALBOSA, mendapat apresiasi dari Kapolsek Setu, Kabupaten Bekasi, AKP Sugeng Haryanto.

Didampingi Wakapolsek IPTU Supriyo, Kanit Lantas IPTU Marsono dan Kapospol GPM IPDA Ike Andriani, Sugeng mengaku, baru pertama kali melihat penggunaan alat roboh hewan potong seperti itu. Selain praktis, resiko kecelakaan yang ditimbulkan sangat minim. Bahkan hampir tidak ada celah untuk itu.

“Saya melihat langsung cara pemotongannya. Cukup praktis dibanding cara manual dengan mengikat hewan yang akan dipotong. Ini sangat aman, dapat mengurangi resiko kecelakaan kerja seperti yang sering terjadi di tempat lain,” tutur Kapolsek.

Dengan Penggunaan ALBOSA, dirinya berjanji akan melakukan sosialisasi kepada warga yang berada dalam wilayah hukumnya. Dinilai, alat tersebut, selain mudah membuatnya, juga praktis menggunakannya. “Kalau ada yang berminat, saya akan arahkan kesini,” imbuhnya.

Dirinya juga memberi acungan jempol atas kekompakan panitia dalam melaksanakan tugas masing-masing yang telah ditentukan korlap.

“Saya berharap, kekompakan seperti ini dapat dipertahankan. Kalau bisa ditingkatkan, sehingga tercipta kerukunan dalam bermasyarakat perumahan gpm” pungkas Sugeng. (Soeft)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *