BOGORONLINE.com – Pemerintah Kota Bogor menurunkan tim pemeriksaan hewan kurban Idul Adha 1443 Hijriah. Pelepasan tim secara simbolis dilangsungkan di Plaza Balaikota Bogor, pada Kamis (7/7/2022).
Tim terdiri dari petugas DKPP, PDHI, Kementan dan Polbangtan ini akan mengemban tugas di pelbagai wilayah di Kota Bogor. Nantinya, tim akan melakukan pemeriksaan sebelum dan setelah pemotongan hewan kurban.
Plh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyampaikan pihaknya telah melaksanakan rapat bersama Forkompinda, Kementan, DKPP, PDHI dan Polbangtan untuk membahas kegiatan Idul Adha tahun 2022. Dalam rapat juga dibahas mengenai kesehatan hewan kurban.
Ia mengungkapkan di Kota Bogor tahun ini menunjukkan ada tren penurunan cukup signifikan jumlah konsumsi hewan kurban dikarenakan adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
DKPP mencatat pembelian hewan kurban sapi pada tahun 2021 berjumlah 4.500 ekor. Sementara hingga 5 Juli 2022 tercatat ada 3.200 sapi.
“Harapan kita jangan lebih turun lagi atau paling tidak mendekati dengan tahun lalu, karena situasi tahun lalu situasi pandemi, sekarang tahun pemulihan ekonomi, tetapi memang kita menghadapi PMK,” ujar Dedie.
“Tetapi ternyata PMK tidak seperti yang dikhawatirkan, ada trratment-treatment. Ada juga batasan batasan dari sisi klinis terkait dengan hewan-hewan yang masih aman dikonsumsi oleh masyarakat,” imbuhnya.
Oleh karena itu, dirinya menghimbau masyarakat untuk jangan ragu membeli hewan kurban dan mendistribusikan ke DKM yang biasa mendistribusikan daging kurban. “Dan untuk masyarakat luas jangan khawatir untuk mengkonsumsi daging kurban yang nanti proses penyembelihannya bisa di RPH maapun masjid.”
Pihaknya juga mengimbau agar pendistribusian daging kurban seperti tahun-tahun sebelumnya tidak menggunakan kantong plastik atau bisa juga memanfaatkan salah satunya dengan bahan kertas.
“Iya kalau bisa alternatif tempat lain (untuk daging kurban) seperti besek, bongsang atau kertas atau apapun selain plastik. Jadi sekalian kita berkurban tapi juga menjaga lingkungan,” tandas Dedie.
Selain menurunkan tim pemeriksaan hewan kurban, Pemkot Bogor bekerja sama dengan Polresta Bogor Kota dalam rangka melakukan pengawalan lalu lintas hewan ternak dari luar Kota Bogor.
“Terkait dengan antisipasi PMK, jajaran Polresta Bogor Kota saat ini telah menggelar berbagai operasi preemtif, baik itu sosialisasi bersama semua dinas. Kedua secara preventif kami akan melaksanakan yang kemarin titik sekat mengubah menjadi titik kawal,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.
Dengan demikian, kata Kapolresta, petugas gabungan akan melakukan pengawalan untuk membantu apabila masyarakat akan mendatangkan hewan kurban dari luar daerah ke Kota Bogor.
“Tentunya setelah dikawal oleh petugas baik kepolisian, Dishub, dan Satpol PP kemudian akan ada assesment singkat oleh tenaga dokter hewan yang saat ini sudah ada di masing-masing kecamatan, dan ada call center di sana,” paparnya.
Dalam hal ini, pihaknya berharap animo untuk berkurban kembali meningkat dan masyarakat tidak usah khawatir.
“Kami semua hari ini sudah bersepakat untuk mempermudah bagaimana mengubah mekanisme pengawasan, mekanisme kami secara pro aktif membantu masyarakat yang akan melaksanakan kurban,” tandasnya. (Hrs)





