Kota Bogor Masih PPKM Level 1, Masyarakat Diminta Tetap Waspada Varian Covid Baru

BOGORONLINE.com – Kota Bogor masih berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 meski sempat terjadi penambahan kasus positif Covid-19 pada minggu lalu berada di atas angka 50, bahkan dua hari sempat di atas 100 kasus per hari.

Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta mengatakan, perpanjangan PPKM Jawa-Bali berlaku pada 2 Agustus hingga 15 Agustus 2022. Sementara itu, PPKM luar Jawa-Bali diperpanjang hingga 5 September 2022, sejalan dengan terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 38/2022 dan Inmendagri 39/2022.

“Ya, walaupun ada peningkatan, tapi status PPKM kami masih level 1, karena berlaku 2 Agustus sampai 15 Agustus 2022. Jadi masih banyak pelonggaran-pelonggaran untuk kebangkitan perekonomian,” ungkap Alma kepada wartawan, Senin (8/8/2022).

Lanjutnya, saat ini masih penyebarluasan vaksinasi booster sebagai penguatan Covid-19 varian baru, yakni sub varian Omicron BA.2.75 atau Centaurus. Di mana informasi dari pemerintah pusat, Centaurus lebih cepat penyebarannya.

“Jadi sesuai arahan Kemenkes RI, varian baru ini cepat banget penyebarannya. Makanya penguatan vaksin booster harus lebih banyak di masyarakat,” kata Alma.

“Varian BA.2.75 ini lebih rentan dan cepat menyebar dengan gejala awal tidak nafsu makan, sebaiknya warga menjaga imun dengan minum vitamin untuk menjaga nafsu makan dan tetap menjaga protokol kesehatan, menghindari tempat yang sirkulasi udaranya tertutup,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Bogor pun melakukan penguatan sinergi dengan Forkopimda untuk terus mengintensifkan pemantauan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker dan juga aplikasi Peduli Lindungi di area publik.

“Masyarakat tetap waspada dan memperhatikan disiplin prokes, mengingat sesaat lagi akan banyak kegiatan-kegiatan perayaan HUT RI atau 17 Agustusan yang selama dua tahun belakangan ini tidak dapat diselenggarakan,” kata Alma.

Di Kota Bogor, kegiatan perkantoran masih diberlakukan sebesar 100 persen, sektor esensial beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pasar tradisional dan pedagang kaki lima dibuka serta diatur oleh pemerintah daerah. Kemudian restoran atau rumah makan dan kafe diperbolehkan buka hingga pukul 02.00 WIB, dengan kapasitas 100 persen pengunjung makan atau minum di tempat. Sementara restoran yang hanya melayani pesan antar atau dibawa pulang dapat beroperasi selama 24 jam.

Pusat perbelanjaan atau mal atau pusat perdagangan diperbolehkan buka dengan kapasitas pengunjung maksimal 100 persen. Namun hanya pengunjung dengan kategori hijau dan kuning dalam Peduli Lindungi yang boleh masuk, anak usia enam sampai 12 tahun wajib didampingi orang tua dan menunjukkan bukti vaksinasi minimal dosis pertama.

Restoran dan kafe di dalam area bioskop dapat melayani makan di tempat (dine in) dengan kapasitas pengunjung 100 persen. Untuk tempat ibadah (Masjid, Musala, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) boleh dibuka dengan kapasitas 100 persen.

Sedangkan ketentuan lain area publik, seperti fasilitas umum, taman umum, tempat wisata umum atau area publik lainnya, diizinkan buka dengan pembatasan kapasitas maksimal 100 persen. Untuk kegiatan olahraga atau pertandingan olahraga di pusat kebugaran atau gym diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 100 persen.

Terakhir, kata Alma, resepsi pernikahan diizinkan 100 persen dari kapasitas dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat serta wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Dan transportasi umum dan kendaraan sewa atau rental diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 100 persen. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *