Hari Ini Disdik Kota Bogor Uji Coba PTM 100 Persen

BOGORONLINE.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor akan melakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen pada Senin (5/9/2022), dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat di setiap sekolah.

Untuk sosialisasi sendiri, Disdik Kota Bogor menggelar sosialisasi dan menerbitkan surat edaran kepada kepala sekolah tingkat SD dan SMP dimulai pada Kamis (1/9/2022) lalu.

Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan pelaksanaan PTM 100 persen, karena kondisi sudah memungkinkan dan sesuai dengan SKB 4 Menteri untuk Kota Bogor dalam pelaksanaan PTM 100 persen sehingga perlu ada persiapan.

“Persiapan pelaksanaan PTM 100 persen sesuai dengan SKB 4 Menteri kemudian Prokes tetap dijalankan secara ketat. Untuk itu anak-anak diwajibkan untuk tetap memakai masker, sarana juga prasarana alat cuci tangan diperbaiki, ruangan UKS di persiapkan supaya menjaga khawatir terjadinya kasus Covid-19,” kata Hanafi, pada Minggu (4/9/2022).

Disamping itu, Disdik juga sudah berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk menangani bilamana terjadi kasus. Untuk uji coba digelar pada 5 September 2022, semua sekolah diperbolehkan untuk melakukan PTM 100 persen.

“Selama ini kan hanya PTM 50 persen. Kenapa digelar, karena pembelajaran jarak jauh (PJJ) itu tidak efektif dari sisi substansi, transfer knowledge terhadap anak sekolah. Karena PTM itu, disamping anak belajar kemudian guru pun bisa sekaligus mendidik anak-anak. Tapi tentu perlu kami persiapkan PTM 100 persen itu,” terang Hanafi.

Hanafi memaparkan, bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada kepala sekolah tingkat SMP di SMP Negeri 5 Kota Bogor pada Kamis (1/9/2022) lalu.
Kemudian di waktu yang sama diselipkan juga kepada teman-teman kepala sekolah sosialisasi dari Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor untuk memberikan sosialisasi terhadap kepala sekolah terkait media dan wartawan.

“Ini dilakukan karena media banyak macamnya seperti online, cetak dan elektronik. Kemudian tujuannya juga untuk mencari informasi, tapi ada juga faktor yang lain. Sehingga teman-teman kami di sekolah supaya tidak alergi terhadap media. Diberikan wawasan bahwa tupoksi media ini apa, karena organisasi formal di media salah satunya ialah PWI untuk kami minta menginformasikan itu,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, lanjut Hanafi, sosialilasi dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Bogor, karena secara umum Kota Bogor ini rawan akan bencana kebakaran. Oleh karenanya perlu untuk mendapatkan informasi soal pencegahan dan penanganan atau minimal antisipasi langkahnya.

“Kenapa, karena di waktu jam sekolah terbatas atau ketika di waktu jam tidak sekolah, sekolah hanya cukup dijaga oleh penjaga. Kedua anak-anak ketika sekolah nanti bisa saja terjadi, sehingga perlu kepala sekolah dan guru untuk antisipasi sekaligus persiapan PTM. Pemadam kebakaran tidak hanyak memadamkan saja, tapi bisa dari segi penyelamatan dan sebagainya, termasuk binatang juga. Sementara kondisi sekolah baik negeri dan swasta di Kota Bogor ada juga yang di pelosok yang kemungkinan rawan hewan liar,” paparnya. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *