Bayi dan Ibu ‘Ayah Sejuta Anak’  Dapat Perlindungan Sosial di Balai Kemensos

Kab Bogor459 views

Cibinong – 5 ibu muda dengan 5 bayinya mendapatkan perlindungan sosial khusus di Balai Sentra Handayani, Kemensos di Jakarta usai  ditetapkannya Suhendra (32) sebagai tersangka kasus dugaan perdagangan anak di Ciseeng, Kabupaten Bogor.

“Mereka semua sehat, sebelumnya kami titipkan sementara di rumah aman Yayasan Sakura binaan kami, setelah berkoordinasi dengan Kemensos, mereka diberikan perlindungan khusus di Balai Sentra Cipayung,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten  Bogor, Elfi Nila Hartani pada Selasa, (4/10/2022).

Para korban Suhendra alias ‘Ayah Sejuta Anak’ itu dipastikan mendapatkan pendampingan dari Dinas Sosial hingga penyelidikan dari pihak kepolisian selesai.

“Mengenai masalah hukum yang berjalan, bukan ranah kami, tugas kami ialah menjamin keamanan para ibu dan bayinya, kami terus berkoordinasi dengan kemensos dalam hal ini,” tutur Nila.

Sementara, Sub Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Lembaga Sosial Dinsos Kabupaten Bogor, Dudi Wigena mengatakan, aktivitas Suhendra yang mewadahi wanita yang hendak melakukan persalinan dan merawat anaknya  itu dianggap menyalahi aturan karena tidak memiliki izin operasional.
buy temovate online https://www.theriversource.org/wp-content/themes/boilerplate-theme/languages/pot/temovate.html no prescription

Kendati Suhendra memiliki niat baik,  namun Suhendra tak memenuhi aturan-aturan hukum yang berlaku dalam dalam membuka yayasan baik untuk menampung maupun mengadopsi anak.

“Tersangka selama ini tidak ada upaya koordinasi baik di kecamatan maupun di dinas, padahal kami membuka diri bagi siapapun yang ingin membuka yayasan sosial,” jelasnya.

Sebelumnya, Suhendra(32) diamankan Satreskrim Polres Bogor lantaran diduga menjadi otak perdagangan anak di Ciseeng, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.

Berkedok Yayasan Ayah Sejuta Anak, Suhendra menampung ibu-ibu hamil dan setelah melahirkan, anak itu dijual dengan harga Rp15 juta rupiah.

“Dia mengumpulkan ibu hamil yang tidak bersuami, dengan iming-iming dibantu proses persalinannya, kemudian setelah anaknya lahir, diberikan kepada orang tua adopsi, dengan membayar Rp15 juta,” ujar Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin, Rabu (28/9/2022).

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *