Camat Bogor Timur ‘Ngamuk’ Lihat Progres Proyek Pedestrian BMC

Headline, Kota Bogor1.2K views

BOGORONLINE.com – Camat Bogor Timur Rena Da Frina meradang melihat progres pembangunan pedestrian kawasan Bogor Medical Center (BMC), Jalan Pajajaran Indah V, Kecamatan Bogor Timur, masih ‘amburadul’, pada Senin (10/10/2022) sore.

Rena mengatakan, waktu pelaksanaan pembangunan sampai dengan 12 Oktober 2022, besok. Ia mengungkapkan, dari awal pembangunan sudah mewanti-wanti pelaksana supaya cepat memperhitungkan faktor cuaca Kota Bogor yang sering hujan.

Selain itu, Rena juga mengingatkan soal penambahan jumlah pegawai atau tukang, termasuk jam kerja.

“Itu sudah saya ingatkan dan saya juga pesan bahwa komunikasikan dengan kami di wilayah untuk komunikasi kepada warga dan pengusaha yang terdampak sementara. Karena ini itungannya itu daerah dagang, mereka juga tidak mau terlalu banyak gangguan. Itu akan mengubah omset mereka,” ungkap Rena kepada wartawan, Selasa (11/10/2022).

Di pertengahan, Rena mengaku sempat turun ke lokasi dan belum bertemu dengan pihak kontraktor. Hingga di sisa waktu pelaksanaan dua hari kemarin memaksa untuk ketemu dengan pihak kontraktor dan untungnya kooperatif tidak ngeyel.

“Jadi yang dari awal sampai akhir saya ketemu sama pengawas, saya sudah ingatkan saya nggak tau pesannya tersampaikan atau tidak. Intinya pekerjaan belum selesai, ada beberapa titik yang belum selesai dan mereka harus bayar denda per seribu dari nilai kontrak, itu kan konsekuensi dari mereka,” ujarnya.

“Kemudian mereka membuat komitmen untuk penambahan waktu tidak lebih dari seminggu. Jadi minggu depan mereka sudah menargetkan seluruh item pekerjaan yang ada di kontrak diselesaikan, tinggal seminggu kami akan kawal,” katanya kembali.

Dalam kegiatan itu pihaknya juga mengajak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk bareng melakukan pengecekan secara teknis di lapangan. Sebab, orang awam saja mengetahui pengerjaan ini tidak rapih.

“Saya juga menyampaikan ada beberapa komplain dari warga, karena itu ada leveling untuk pedestrian. Levelnya agak tinggi, hampir sama kaya di (pedestrian) Surken. Kalau saluran air tidak masalah, tapi seperti pagar ada yang tidak bisa dibuka. Saya bilang memang itu tidak masuk dalam penganggaran, tapi itu dalam bentuk tanggung jawab untuk memperbaiki,” tegasnya.

Rena berharap betul ketika bangunan warga yang terdampak ada komunikasi untuk diperbaiki seperti semula. Menurutnya, tujuannya untuk mengatasi banjir lintasan yang setiap hujan deras di sana sudah, seperti aliran sungai.

“Mangkanya saya bilang salurannya dibangun dengan benar dan dipercantik untuk mengatasi banjir lintasan itu,” kata mantan Lurah Sempur ini.

Tak hanya pada satu lokasi, dirinya juga mengajak keliling ke titik yang memang belum selesai pekerjaannya dan kontaktor berjanji akan menyelesaikan dalam satu minggu.

“Jadi minggu depan harusnya mereka sudah menepati janji. Untuk yang tidak rapih ada beberapa komplain mereka selesaikan di masa pemeliharaan. Yang jelas saya kemarin memaki-maki pengawas untuk bilang 24 jam mengontrol pekerjaan tapi tidak ada hasilnya. Intinya kontraktor kooperatif menyanggupi tinggal komitmen dia menyelasikan pekerjaan,” bebernya.

Rena menandaskan, pembangunan ini telah menjadi catatan dan laporan ke Wali Kota Bogor Bima Arya.

“Banyak yang tidak sesuai, semisal daerah rawan tidak rambu. Warga tidak dikomunikasikan terlebih dahulu,” tutupnya.

Diketahui, proyek tersebut menyisakan waktu pelaksanaan hingga 12 Oktober 2022. Proyek ini dikerjakan CV. Rajawali Jaya Sakti dengan nilai kontrak Rp2,14 miliar. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *