BOGORONLINE.com – Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin) Kota Bogor akan memaksimalkan pencapaian target yang menjadi program prioritas, khususnya dalam penataan di beberapa titik di Kota Bogor. Salah satunya sektor UMKM.
“Terkait dengan urusan promosi baik terhadap beberapa sektor yang sedang tumbuh berkembang, seperti yang disampaikan Pak Wali Kota Bogor Bima Arya, resto, kafe, dan UMKM kuliner atau fashion atau kriya, dinas sudah memiliki program-program terkait promosi pada sektor ini,” kata Kepala Dinkukmdagin Kota Bogor, Atep Budiman, Minggu (26/2).
Atep melanjutkan, program promosi itu baik yang kegiatannya berkonsep manual atau klasikal maupun yang digital dengan memanfaatkan berbagai fasilitas teknologi informasi yang saat ini sudah sangat berkembang.
“Iya, termasuk memaksimalkan kolaborasi pentahelix dengan akademisi, komunitas, media dan pelaku usaha untuk bersama-sama bersinergi memaksimalkan pencapaian target yang ditetapkan sekaligus mengakselerasinya seperti yang dipesankan pimpinan di beberapa kesempatan,” tambahnya.
Sementara dalam menindaklanjuti atas atensi wali kota mengenai penataan pedagang malam di kawasan Jalan Kapten Muslihat atau area Pasar Devris, terang Atep, instansinya telah melakukan pendataan para pedagang.
Setelah langkah itu, pihaknya selanjutnya merumuskan berbagai alternatif penanganan dan penataannya yang berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Berkenaan dengan pemberdayaan koperasi, Atep mengatakan, untuk beberapa sektor ekonomi baik yang dilakukan oleh instansinya maupun inovasi beberapa OPD lain, seperti kampung-kampung wisata tematik sudah masuk koperasi untuk bantu tata kelola ekonomi sekaligus koperasi hadir menjemput peluang ekonomi.
Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya meminta Dinkukmdagin agar bergerak cepat dalam menyelesaikan program prioritas, khususnya dalam penataan di beberapa titik di Kota Bogor.
Bima Arya memberikan ruang kepada jajaran Dinkukmdagin untuk berkreasi dan berkolaborasi dalam menata sudut-sudut lain Kota Bogor sehingga bisa menjadi etalase bagi UMKM.
“Dinas ini adalah dinas yang banyak bersinggungan dengan program prioritas sehingga dibutuhkan gerak cepat dan tetap menjaga integritas. Semua harus tahu dan paham tantangan ke depan akan bagaimana dan dinas memiliki peran untuk mentransformasinya,” kata Bima Arya saat mengunjungi kantor Dinkukmdagin Kota Bogor.
Namun, ia mengakui tidaklah mudah. Sebab, skenario dan konsepnya harus matang, koordinasinya harus rapi, bekerja keras melakukan pendataan bersama pihak-pihak terkait.
“Ini adalah pusat kota, hanya beberapa meter dari Istana (Bogor), jadi kita rapikan semua. Kalau berdasarkan tupoksi akan banyak sekali, tapi saya ingin semua memahami apa yang menjadi target dapat tuntas di bulan desember 2023,” tegasnya.
Untuk penataan titik-titik yang dimaksud, di antaranya Pasar Bogor, Suryakencana dan sekitarnya, Tepas Salapan Lawang Dasakreta, Pasar Devris, Katulampa dan lainnya.
Dia menginginkan agar Dinkukmdagin memastikan koordinasi bersama pihak lain berjalan lebih maksimal, sehingga diharapkan mampu mencapai target-target di 10 bulan terakhir.
Untuk penataan kawasan Pasar Devris, tutur Bima Arya, tidak terlepas dari penataan kawasan stasiun Bogor berupa pembangunan sky bridge yang akan terkoneksi dengan Alun-alun Kota Bogor, pedestrian depan kantor PLN dan Jalan Merdeka sehingga wajah di tengah kota akan lebih rapi.
Bima Arya menyampaikan, bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi Kota Bogor berada di angka 5,65 di atas Jawa Barat (5,45) dan Nasional (5,21). Salah satu faktor penyebabnya adalah pertumbuhan kafe, restoran dan sejenisnya yang cepat sehingga buying power Kota Bogor mulai kuat karena ramainya kunjungan.
Melihat hal itu, Bima Arya menilai bisa menjadi masa depan dan nyawa kota Bogor. Khusus koperasi, capacity building menjadi langkah yang ditekankannya dalam mendukung penataan para pelaku UMKM Kota Bogor.
“Untuk izin selama sesuai dengan peruntukan kita dukung. Dinkukmdagin harus jadi motor untuk mendorongnya, tandem dengan Disparbud untuk mempromosikan semua. Sekarang saya keliling mempromosikan UMKM Kota Bogor, kita angkat UMKM Kota Bogor mulai dari kelas cungkring sampai yang kelasnya di atas,” kata Bima Arya, waktu itu. (Hrs)





