BOGORONLINE.com – Ada pemandangan berbeda kala menyambangi Bogor Valley Hotel. Pada setiap sudut kamar dan ruangan tampak asri dan hijau dipenuhi tanaman hias.
Bogor Valley Hotel mengusung konsep green tourism perdana di Kota Bogor itu dengan menggandeng eksportir Minaqu Indonesia.
Ribuan pot mini diisi dengan berbagai jenis tanaman hias asli Indonesia. Pot tersebut dipajang di meja-meja restoran, kamar, hingga sudut-sudut hotel.
Seperti daun-daun Scindapsus atau Philodendron bakal menjadi pemandangan yang lazim di Bogor Valley Hotel. Tamu hotel pun bisa lebih betah berlama-lama karena menghirup udara segar. Polusi udara di lingkungan semakin berkurang.
General Manager Bogor Valley, Ali Hidayat mengatakan pihaknya telah memulai gebrakan itu demi mengukuhkan komitmennya mengusung green tourism.
Magister Ilmu Terapan Wisata ini menggadang-gadang Bogor Valley Hotel bisa menjadi green hotel pertama di Kota Bogor.
“Pariwisata harus ada kontribusi mengurangi polusi dan emisi karbon dari global warming. Oleh karenanya, kita lakukan action langsung dengan penanaman. Ternyata ada Minaqu, kita lebih senang lagi,” ujar Ali Hidayat, Selasa, 2 Mei 2023.
Dalam kesempatan ini, Bogor Valley Hotel melaksanakan penandatanganan kerja sama (MoU) bersama Minaqu Indonesia. Ada ribuan pot tanaman hias yang siap disebar ke semua kamar dan area hotel.
Ali Hidayat mengatakan, hotel ini bisa menjadi hijau dengan tanaman hias asli yang benar-benar menghasilkan oksigen. Apalagi Kota Bogor ini terkenal sebagai tempat wisata hijaunya.
“Target saya untuk menyebarkan ke hotel lain. Karena hotel, sebagai industri pariwisata, sudah seharusnya mendukung penuh terkait green tourism,” ungkap wakil ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) itu.
Ditempat yang sama, Direktur Minaqu Indonesia, Yasmin Sanad menuturkan, bahwa gebrakan Bogor Valley Hotel dalam menghadirkan tanaman hias di setiap sudut ruangannya patut diacungi jempol. Sebab, banyak hotel yang lebih memilih tanaman artifisial dengan alasan kendala perawatan.
“Padahal, tanaman hidup lebih banyak manfaatnya. Selain ruangan asri dan segar, tanaman hidup sejatinya memberikan oksigen yang kita butuhkan,” kata Yasmin.
Dijelaskan, bahwa Bogor Valley menjadi hotel pertama di Bogor yang menggandeng Minaqu Indonesia untuk menghijaukan kawasannya. Yasmin pun berharap gebrakan ini bisa menjalar ke hotel lainnya.
“Sebenarnya kita sudah memulai untuk CSR Sedekah Oksigen ini dengan menyasar hotel, resto, dan kafe. Kalau kafe, kita sudah ada 163 yang dibagikan tanaman hias. Kalau hotel, Bogor Valley ini yang pertama dan (jumlahnya) langsung lebih dari 1000 pot,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa CSR ini juga sebagai bentuk dukungan untuk Pemerintah Kota Bogor yang meraih piala Adipura.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim yang hadir dalam acara penandatanganan MoU tersebut menunjukkan dukungannya terhadap konsep green hotel atau green tourism.
Baginya, penghijauan itu memang harus gencar dilakukan untuk mengurangi emisi karbon dan pemanasan global saat ini. Dia sempat menceritakan baru saja dari Cilegon menyaksikan sendiri bagaimana proses kerja PLTU dari batubara.
Jabodetabek itu membutuhkan 35 ribu ton batubara setiap hari. Sementara, setiap ton pembakaran batubara menghasilkan 1 kilogram emisi karbon.
“Udara panas seperti ini menjadi tanggung jawab kita bersama, karena menikmati AC atau fasilitas listrik lainnya (dari batubara). Supaya imbang, dosanya jangan banyak-banyak, mari kita peduli dengan penghijauan alam,” tandasnya.
Untuk itu, Dedie memberikan dukungan positifnya bagi hotel-hotel yang mengusung konsep green tourism. Ia melihat Bogor Valley Hotel bisa menjadi pelopor untuk mengajak hotel lainnya di Kota Bogor.
“Semoga ini semakin berkembang buat Minaqu, semakin betah tamunya Bogor Valley Hotel, dan tentu Kota Bogor juga akan kebagian PAD (pendapatan asli daerah)-nya,” ujar Dedie. (Hrs)