PPJ Gandeng Perbankan untuk Pembiayaan Pedagang di Pasar Sukasari-Jambu Dua

BOGORONLINE.com – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor tengah membangun dua pasar, yakni Pasar Sukasari dan Pasar Jambu Dua. Kedua pasar tersebut ditargetkan rampung akhir tahun 2023.

Selain pedagang eksisting, kedua pasar yang sekarang masih dalam proses pembangunan itu diperuntukkan juga untuk pedagang Pasar Bogor.

“Pasar Bogor sendiri yang pedagang basah atau pangan akan dipindahkan ke Pasar Jambu Dua. Pedagang keringnya seperti pakaian, aksesoris, salon dipindahkan ke Pasar Sukasari,” kata Direktur Utama (Dirut) Perumda PPJ Kota Bogor Muzakkir, Kamis (5/10/2023).

Ia menambahkan, di Pasar Sukasari juga ada pedagang basah pengabungan dari pedagang eksisting eks Plaza Shangrila ditambah pedagang malam eksisting.

Begitu pula di Pasar Jambu Dua dari memindahkan pedagang Pasar Bogor dan juga pedagang eksisting yang jumlahnya mencapai sekitar 1.141 pedagang.

Muzakkir mengatakan, dalam tahapan ini pihaknya melakukan sosialisasi kepada pedagang baik yang sudah registrasi ulang ataupun belum.

Kegiatan itu untuk memberikan penjelasan tentang progres hingga rampungnya pembangunan pasar dan ditampilkan juga pemaparan dalam bentuk video.

“Jadi dua pasar ini titik ujungnya harus berbarengan selesai, untuk memindahkan pedagang dari Pasar Bogor,” kata Muzakkir.

Disisi lain, Perumda PPJ juga berupa mengandeng pihak perbankan guna membantu pedagang dalam hal pembiayaan kios atau los di pasar tersebut.

“Kemarin kita gandeng perbankan dan hari ini juga kita ajak perbankan, karena kita tahu pedagang itu pasti ada sedikit kesulitan baik itu DP maupun keseluruhan pembiayaan. Kita gandeng baik BJB maupun BTN mereka bisa membantu dalam hal DP misalnya apakah 20, 30 persen bisa dicicil sampai satu tahun,” katanya.

Ia juga mencontohkan, semisal Pasar Jambu Dua yang dua bulan lagi selesai atau di Desember, pedagang bisa jadi mengisi kios atau los di pasar tersebut.

Sementara DP belum lunas, maka diberi keleluasaan dari perbankan untuk mencicil selama satu tahun dan setelah lunas dilanjutkan dengan pokoknya.

“Misalnya DP 30 persen, sisanya 70 persen bisa dicicil sampai lima tahun. Ini juga menggunakan bunga bantuan pemerintah, KUR 6 persen per tahun,” kata Muzakkir.

Ia menjelaskan, bahwa harga kios per meter Rp32 juta dengan ukuran empat meter ditambah PPN 11 persen menjadi Rp142 juta untuk satu kios.

Apabila diasumsikan DP kios sebesar 20 persen, sambung Muzakkir, yang dibayarkan pedagang untuk DP sekitar Rp28,4 juta.

“Nah untuk yang tidak punya uang kita bantukan di perbankan. Di bank ini juga misalnya DP Rp28,4 juta, ada uang Rp5 juta berarti tinggal sisanya dihitung dibagi satu tahun,” kata dia.

Muzakkir mengatakan, pihaknya sudah mengajak pedagang dari awal untuk menabung dengan tujuan untuk pembiayaan DP kios. Keringanan juga, sambungnya, diberikan kepada pedagang selama mengisi tempat penampungan sementara (TPS) dengan tidak dikenakan sewa dan servis cash diskon 50 persen.

“Dari hitungan kami, insyaallah masih terjangkau untuk pedagang, apalagi nanti dari harga ini kita kalkulasikan hak pakai 20 tahun jadi murah. Setahun hanya Rp7,1 juta, kalau dibagi 12 bulan jadi Rp592 ribu per bulan dan dibagi 30 hari sekitar Rp19.700 ribu,” tandasnya.

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *