BOGORONLINE.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pakuan menegaskan bahwa informasi terkait rencana aksi unjuk rasa yang beredar melalui broadcast merupakan hoaks dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam siaran pers yang dirilis pada 31 Agustus 2025, Presiden Mahasiswa Universitas Pakuan, Gito Pamungkas, menyatakan bahwa penyebaran pesan tersebut dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan mencatut nama institusi serta data pribadi sejumlah mahasiswa.
“Broadcast tersebut adalah informasi palsu atau hoaks. Bahkan sejumlah nama dan nomor telepon mahasiswa dicatut tanpa izin dan digunakan secara tidak sah. Ini merupakan tindakan doxing yang melanggar privasi dan telah menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa,” tegas Gito.
Ia meminta pihak Universitas Pakuan untuk mengambil langkah tegas, termasuk mengusut pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyebaran hoaks tersebut. Pihaknya menilai bahwa pencatutan nama kampus dan mahasiswa sebagai alat propaganda sangat merugikan citra Universitas Pakuan.
Lebih lanjut, Gito menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum adalah hak konstitusional setiap warga negara. Namun, jika informasi disebarkan tanpa dasar kebenaran dan menyesatkan publik, maka pelaku harus bertanggung jawab secara hukum.
“Kami tidak pernah menginstruksikan atau menyetujui adanya aksi pada 1 September 2025 sebagaimana disebut dalam broadcast yang beredar. Kami mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk tetap kritis namun berdasarkan kebenaran informasi yang valid,” ujar Gito.
Pernyataan resmi ini dirilis sebagai bentuk klarifikasi serta upaya menjaga nama baik Universitas Pakuan dari provokasi yang tidak bertanggung jawab.





