Banjir di Tugu Selatan Puncak, 3 Rumah Rusak Berat dan Puluhan KK Terdampak

BogorOnline.com – Hujan deras yang mengguyur kawasan Puncak tepatnya di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, menyebabkan bencana banjir. Sebuah tembok penahan selokan di Kampung Bina Taruna RT 01/RW 02, Dusun 2, Desa Tugu Selatan jebol hingga memicu banjir mendadak yang merusak tiga rumah warga dan berdampak pada sembilan kepala keluarga (KK).

Derasnya hujan selama kurang lebih 30 menit membuat debit air meningkat drastis. Saluran drainase tak mampu menampung aliran air sehingga tembok penahan ambruk dan air meluap ke permukiman warga.

Sekretaris Desa Tugu Selatan, Yadi Mulyadi, yang turun langsung ke lokasi mengatakan pihak desa tengah melakukan pendataan dan verifikasi jumlah warga terdampak sesuai arahan Kepala Desa.

“Sementara ini tercatat 9 KK terdampak, 3 rumah mengalami kerusakan berat, serta satu kendaraan bermotor tertimbun material reruntuhan,” ujarnya.

Ketua RT 01 Kampung Bina Taruna, Yandi Suwardi, menyampaikan bahwa insiden tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut aliran air dari saluran yang terhubung ke kawasan Rest Area Gunung Mas menjadi salah satu penyebab meluapnya air saat hujan deras.

“Sudah beberapa kali kejadian seperti ini. Saya tidak ingin menyalahkan pihak mana pun, tapi memang saluran ini mengarah dari Rest Area Gunung Mas. Kami sudah membuat tiga sodetan untuk mengurangi debit air, namun tetap belum mampu menahan derasnya aliran saat hujan lebat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat hujan turun deras sekitar pukul 15.30 WIB, air tiba-tiba meluap dan terdengar suara keras sebelum tembok penahan runtuh. Akibatnya, tiga rumah warga mengalami kerusakan berat dan satu sepeda motor jenis Vespa tertimbun puing-puing bangunan sehingga belum dapat dievakuasi.

Salah satu warga, Aef Saepudin, mengaku telah memiliki firasat akan terjadi banjir ketika intensitas hujan meningkat. Ia sempat memeriksa pintu air di depan rumahnya sebelum akhirnya tembok penahan jebol.

“Saya lihat air sudah mulai naik. Begitu saya buka pintu air bagian atas, saya pikir air akan mengalir ke jalan. Tidak lama kemudian terdengar suara keras dan tembok di depan saya langsung jebol. Saya langsung berlari untuk membantu evakuasi warga,” tuturnya.

Warga lainnya, Adnan Maulana, juga mendengar suara benturan keras sesaat sebelum air menerjang permukiman.

“Tiba-tiba air besar datang, lalu terdengar suara ‘blug’, ternyata tembok penahan sudah jebol,” katanya.

Sementara itu, Ibu Dede mengungkapkan air bahkan sudah mencapai ambang pintu rumahnya dan mendorong pagar hingga terbuka sendiri akibat derasnya arus.

“Pas saya buka pintu, air sudah sampai depan rumah. Pagar luar sampai terbuka sendiri karena terdorong air,” ujarnya.

Hingga kini, warga bersama aparat desa masih melakukan pembersihan material dan pendataan lanjutan. Pemerintah Desa Tugu Selatan berencana berkoordinasi untuk penanganan darurat sekaligus mencari solusi permanen agar kejadian serupa tidak kembali terulang di wilayah rawan banjir tersebut.

(Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *