BogorOnline.com – CITEUREUP
Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor Hartono Anwar mengatakan, memang saat ini sedang ada kenaikan harga beras di Bumi Tegar Beriman. Berdasarkan cek lokasi pasar yang belum lama dilakukan oleh pihaknya. Dimana masih ia menambahkan, kalau tidak salah satu penyembab kenaikan harga itu. Banyak diborong untuk dijadi Bantuan sosial (Bansos) saat musim politik kemarin. Karena Bulog (Badan Urusan Logistik) tidak akan melayani borongan beras tersebut yang akan digunakan menjadi Bansos kepada masyarakat tersebut.
“Maka kami sebelum bulan puasa 2024 akan melakukan pasar murah Sembilan bahan pokok (Sembako) di 40 kecamatan, bekerja sama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait,” ujarnya saat dihubungi bogorOnline.com belum lama ini.
Sebelumnya, tahun ini dikatakan tahu politik, membuat mata politisi dan para elit sedang sibuk urusan politik di Bumi Tegar Beriman. Dilain hal malah terjadi kenaikan harga beras, salah satunya di Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor yang secara perlahan mengalami kenaikan sejak beberapa pekan terakhir.
Pedagang beras Pasar Citeureup, Wahyudin mengatakan, mamang saat ini harga beras naik menjadi Rp15.000, untuk beras premium yang sebelumnya Rp13,500.
“Harga terus mengalami kenaikan sedikit demi sedikit hampir setiap hari,” ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi belum lama ini.
Lanjut Wahyudin menambahkan, untuk harga jual per liternya kini di angka kisaran Rp 12.000 hingga Rp 13.000 setelah sebelumnya diangka Rp 10.000 – 11.000.
“Ini juga abis belanja udah naik, hampir tiap hari naiknya, kadang naiknya Rp 200,” tambahnya.
Sambung warga sekitar Sardin menambahkan, memang jelang pesta demokrasi 2024 harga beras naik, membuat dirinya juga pusing, lantaran kenaikan harga itu adalah salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat kecil.
“Ya kita sebagai rakyat bisa apa kalau sudah naik, mana ada kebutuhan Sembilan bahan pokok (Sembako) harganya turun,” keluhnya.(rul)





