Tolak Truk Tambang Melintas Jalan Parungpanjang-Bunar
PARUNGPANJANG – Puluhan pelajar bersama Guru SMPN 2 Parungpanjang, Desa Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang, menggelar unjuk rasa untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap lalulintas truk pengangkut material tambang di Jalan Parungpanjang-Bunar, Jum’at (3/11).
Reaksi tersebut ditunjukan pelajar dan guru dengan membawa tulisan “kami butuh udara segar” dalam aksinya. Mereka menuding rusaknya jalan lantaran banyaknya kendaraan besar bermuatan puluhan ton hasil tambang dan melebihi batas muatan di jalan raya tersebut. “Kami sangat tergannggu dengan kobdisi jalan rusak dan polusi debu karena truk-truk,” kata Fariyuni Guru SMPN 2 Parungpanjang, Jumat 03/11/2017.
Fariyuni mengatakan, debu tebal sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar, merusak cat tembok sekolah. Selain itu, jalan rusak juga menyebabkan kemacetan parah dijam-jam sibuk.
Warga RT 03/03 Desa Lumpang yang berdekatan dengan jalan raya, Surya (40) mengatakan, masyarakat butuh udara yang bersih dan bebas polus. “Kami juga ingin rumah yang bersih nyaman tanpa debu,” ujarnya.
Pelajar, Guru dan warga berharap terhadap pemerintah untuk segera memberikan solusi terkait persoalan tersebut. “Kami minta pemerintah tegas, karena kami menderita akibat kondisi seperti ini,” kata Surya. (Mul)





