bogorOnline.com
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor mendesak Aparatur Sipil Negara untuk netral dalam Pemilihan Kepada Daerah di kota Bogor yang tahapannya sudah berjalan dan tahapan kampanye yang akan di mulai pasca di tetapkannya calon walikota pertengahan bulan ini.
Keterlibatan ASN dalam pemilihan sudah diatur di Undang-undang dan sanksi pelanggarannya mulai dari hukuman disiplin sedang hingga berat. Hal ini merupakan peringatan karena di lapangan terindikasi netralitas ASN hanya sebatas life service belaka alias omong doang. Apalagi di kota Bogor jumlahnya lumayan banyak, ASN lebih dari 7 ribu orang.
Hal itu disampaikan oleh Saepul Wahyudin Putra, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor.
“Jangan sampai terlibat dalam kampanye dari salah satu calon peserta Pemilu. Oleh karena itu, harus lebih hati-hati dalam menempatkan diri agar tidak terjadi pelanggaran, netralitas ASN jangan sampai di anggap hanya sebatas lips service belaka,” terang Saepul melalui siaran persnya, Senin (5/2/18).
Ketua Umum HMI Kota Bogor yang baru dilantik ini menyampaikan pentingnya netralitas ASN dari semua tingkatan dan lembaga, mengingat statusnya sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam melayani masyarakat.
“Jika ASN tidak netral, bisa berdampak kepada pelayanan yang menjadi tidak obyektif karena aparaturnya sudah condong ke salah satu pihak,” ucapnya.
Saepul melanjutkan, netralitas ASN tidak membatasi hak pilihnya sebagai warga negara. Dia tidak menampik bahwa pegawai negeri sebagai individu tentunya punya pilihan berdasarkan pertimbangannya masing-masing. Hanya saja karena ASN tidak diperbolehkan ikut berkampanye apalagi menggalang atau mempengaruhi orang lain dalam pilihannya.
“Sekarang janganlah mesin birokrasi digunakan dengan menghendaki semua unsur di bawahnya ikut pilihannya. Setiap orang berhak menentukan pilihannya sendiri-sendiri, kami (HMI) akan menjaga independensi organisasi dan akan mengerahkan ratusan kader volunteer demokrasi di kota Bogor untuk kawal pilwalkot yang bersih dan berintegritas,” tandasnya. (Nai)





