BOGORONLINE.com, SUKARAJA – Masyarakat Sukaraja memanfaatkan reses anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) I, untuk menyampaikan aspirasi mereka. Melalui forum reses yang digelar di Aula Kantor Kecamatan ini, masyarakat yang diwakili kepala desa dan camat didominasi oleh keinginan pembangunan sarana irigasi untuk pertanian.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengungkapkan, Sukaraja merupakan salah satu sentra pertanian di Kabupaten Bogor. Dia berharap, pembangunan massif di wilayah ini tidak mengganggu sektor pertanian, terutama di masa pandemi seperti saat ini.
“Reses kali ini kan untuk perencanaan pembangunan di 2022. Dari 17 program yang diusulkan dari Sukaraja, hanya tujuh yang sudah masuk Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) 2020,” kata Rudy.
Rudy juga menyesalkan usulan pembangunan Bendung Cibanon tidak masuk SIPD 2020. Dia juga mengkhawatirkan lahan pertanian di wilayah tersebut tidak terbangun dan lahan tidak bisa teraliri air.
“Tapi tahun ini ada rehabilitasi irigasi di Desa Nagrak yang akan dikerjakan Dinas PUPR tahun depan. Tapi usulan ini masih mungkin untuk dianggarkan mengingat urgensinya dalam pemulihan ekonomi,” kata Rudy.
Sementara Anggota DPRD Kabupaten Bogor asal Kecamatan Sukaraja, Ade Sanjaya masih mengkhawatirkan tujuh program yang telah masuk SIPD tercoret saat Pemkab Bogor melakukan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19.
“Minggu depan ada perubahan parsial. Jadi kami akan jaga supaya program yang berkaitan dengan masyarakat tidak tercoret atau terkena refocussing,” katanya.
Sementara Camat Sukaraja, Makmun Nawawi mengaku, sudah berkali-kali mengusulkan pembangunan bendung irigasi Cibanon. “Tapi persepsi pemda, pembangunan irigasi atau pengairan itu adanya di Pemprov Jabar. Padahal kami sangat perlu saluran tersiernya untuk mengairi perkebunan dan pertanian,” kata lelaki yang akrab disapa Aden itu. (*)





