Warga di Perbatasan Indonesia-PNG Belajar Keterampilan Perbengkelan

Jayapura – bogoronline.com – Senin (15/8), 10 warga negara Papua Nugini (PNG) dan 10 WNI yang tinggal di perbatasan kedua negara resmi menjadi peserta didik dalam pelatihan perbengkelan yang dibuka di Balai Latihan Kerja (BLK) Industri, Jayapura. Kegiatan pelatihan ini merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Kerja Sama Teknik Kementerian Luar Negeri dan Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri (BPKLN) Pemprov Papua.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sandau PNG, Conrad Tilau, yang ikut serta dalam acara pembukaan sangat mengapresiasi pelatihan perbengkelan tersebut. Dia menambahkan bahwa, selain keterampilan, pelatihan tersebut juga memiliki potensi untuk mempererat people to people contact antara penduduk di kedua negara. Sependapat dengan hal tersebut, Kepala BPKLN Pemprov Papua, Ibu Suzana Wanggai, juga sangat berbahagia dengan diadakannya pelatihan tersebut serta memiliki harapan yang besar agar terjalin komunikasi dan hubungan baik antar peserta.

Pelatihan perbengkelan di perbatasan ini rencananya akan berlangsung selama 14 hari di lokasi workshop BLK yang berlokasi di Pasir II, Base G, Jayapura. 20 orang peserta didik dari kedua negara akan mendapatkan 120 jam pelajaran yang terdiri dari 25 persen teori dan 75 persen praktek tentang perbengkelan. Kompleks pelatihan BLK sendiri memiliki ruangan belajar, tempat dan alat praktek, serta asrama untuk peserta didik.

Kegiatan pelatihan untuk masyarakat di perbatasan seperti ini bukan yang pertama kali diadakan oleh Kemlu dan BPKLN. Pada tahun 2015, kedua instansi tersebut pernah mengadakan kegiatan serupa dalam bidang pariwisata. Ke depan, Pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk tetap menyelenggarakan pelatihan-pelatihan pengembangan kapasitas kepada negara-negara berkembang, terutama negara-negara sahabat di kawasan Afrika dan Pasifik. Indonesia saat ini memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi negara pemberi bantuan, setelah selama beberapa dekade menjadi negara penerima bantuan kerja sama teknik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *