REKA Bogor Lakukan Penguatan Laporan Keuangan untuk Pelaku UMKM

BOGORONLINE.com – Forum Ekonomi Kreatif atau REKA Bogor, kembali menggelar pelatihan literasi dan inklusif keuangan untuk meningkatkan kapasitas UMKM di Area Rural dan Urban Kota Bogor.

Kegiatan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah, di Auditorium Gedung Bogor Creative Center (BCC) Jalan Ir H Juanda, pada Rabu (4/10/2023)

Sebanyak 50 pelaku UMKM mengikuti kegiatan yang digelar REKA Bogor bekerjasama dengan PT Bank Mizuho Indonesia itu.

Dalam kegiatan tersebut, Bank Mizuho memberikan tablet kepada para UMKM, kemudian REKA Bogor mengisi tablet itu dengan aplikasi untuk memberikan penguatan UMKM di dalam pelaporan dan pengelolaan keuangan.

Sekda Syarifah Sofiah mengatakan, Pemkot Bogor memiliki program UMKM naik kelas yang sejalan dengan kegiatan REKA Bogor.

“Jadi diharapkan ke depan, UMKM produknya berkualitas bagus, kemudian di dalam pengelolaan keuangan dan manajemennya juga bagus. Mudah-mudahan kerjasama dengan Bank Mizuho tidak kali ini saja, tapi berkelanjutan,” ungkap Syarifah Sofiah usai membuka kegiatan.

Ketua REKA Bogor Georgian Marcello mengatakan, pihaknya memang memiliki misi untuk meningkatkan kapasitas UMKM. Salah satunya melalui pelatihan literasi dan inklusi keuangan.

“Kenapa? karena UMKM itu bukan hanya harus dilatih oleh dinas, tapi kami sebagai forum ekonomi kreatif juga ingin UMKM kita menjadi kreatif, salah satunya meningkatkan kapasitas mereka dibidang finansial,” ungkap Georgian.

Ke depan, Georgian melanjutkan, program ini bisa menjadi wadah bagi para pelaku UMKM mengajukan pinjaman ke bank jika laporan keuangan mereka sudah bagus.

“Dan supaya mereka tetap dibina REKA Bogor, setiap kali REKA ada acara UMKM ini yang kami libatkan, karena kan kami memang sering mengadakan festival,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan tablet kali ini adalah yang kedua kalinya. Pada bantuan pertama juga 50 tablet untuk 50 UMKM.

“Jadi total sudah 100 tablet yang kami berikan ke UMKM,” jelasnya.

Sementara aplikasi yang dimasukan ke tabet tersebut bernama Satu Pos.

“Aplikasi itu gratis untuk transaksi keuangan, jadi kalau ada penjualan atau Qris masuk sudah bisa tercatatkan,” Georgian menutup. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *