Cibinong, bogoronline.com –
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, menggelar Festival Bahari Nusantara. Kegiatan yang merupakan rangkaian acara menyambut hari lahir Pancasila dan Bung Karno, pada Juni mendatang tersebut digelar secara serentak diseluruh Indonesia untuk mengingatkan bangsa ini sebagai negata Bahari.
“Hari ini PDIP di seluruh Indonesia secara serentak pukul 09.00 WIB , mengadakan acara festival bahari nusantara seperti lomba mancing atau bakar ikan laut,” ucap Ketua DPC PDIP Kabupaten Bogor Budi Sembiring, Minggu (08/06/16).
Selain menangkap dan bakar ikan laut, Festival bahari nusantara juga memperkenalkan kepada masyarakat tentang berbagai jenis ikan laut serta membiasakan masyarakat memakan ikan laut, untuk mencukupi kebutuhan protein.
“Ada 12 jenis ikan laut yang kami hadirkan dan perkenalkan kepada masyarakat seperti ikan kowe, baronang, cumi, tongkol, pari, dan lainnya. Festival bahari nusantara ini juga sejalan program Presiden Joko Widodo yang ingin mengembalikan negara ini menjadi poros maritim,” sambungnya.
Kordinator acara Haryanto menambahkan selain acara festival budaya nusantara, DPC PDIP Kabupaten Bogor juga mengadakan banteng musik festival, lomba paduan suara dan lomba penataan kesekretariatan.
“Banteng musik festival dan lomba paduan suara ini untuk menggali potensi bermusik anak-anak muda. Untuk paduan suara tingkat SMU lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu perjuangan dan daerah,” kata Haryanto.
Festival bahari nusantara yang digelar di kantor DPC PDI Perjuangan ini, uga dihadiri kader senior partai seperti mantan Ketua DPD PDIP Jawa Barat Rudi Harsa Tanaya dan mantan Wakil Bupati Karyawan Faturachman, yang juga mantan ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor.
Dalam kesempatan tersebut, Rudi Harsa berharap kader PDIP baik di Bogor, Jawa Barat atau Indonesia terus berjuang mewujudkan cita-cita Bung Karno yang belum selesai.
“Kader PDIP dimanapun berada harus terus berjuang mewujudkan cita-cita Bung Karno seperti ekonomi kerakyatan yang berujung kepada kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Rudi.
Adapun, Karyawan Fathurachman menyampaikan, bangsa ini harus menguatkan ideologi bangsa yaitu pancasila.
“Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai luhur dari seluruh wilayah di nusantara. Pancasila bukan agama dan tidak akan menjadi agama, tetapi ideologi sebagai pemersatu bangsa,” papar Karyawan.
Ayah dua anak ini melanjutkan, agar bangsa ini bersatu melawan radikalisme yang bertentangan dengan nilai agama dan pancasila.
“Radikalisme harus kita lawan secara bersama-sama, karena bangsa akan kuat apabila komponen-komponen didalamnya seperti suku, agama dan golongan juga kuat. Jangan kita mengepankan kekerasan untuk membangun bangsa ini karena itu bukan budaya kita,” pungkasnya (re/ful)








