Cibinong – Langkah cepat aparat keamanan TNI/Polri, yang langsung melakukan penjagaan di areal vihara dan klenteng di seluruh wilayah Bumi Tegar Beriman diapresiasi jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor.
“MUI mengucapkan banyak terima kasih kepada aparat keamanan baik dari unsur TNI maupun Kepolisian, lantaran mereka langsung sigap dengan menjaga seluruh rumah ibadah penganut agama Khonghucu itu beberapa saat setelah kerusuhan bernuasa SARA melanda Tanjungbalai, Sumatera Utara,” kata Ketua MUI Kabupaten Bogor Mukri Adji, dalam keterangan tertulisnya kepada sejumlah wartawan Senin (01/08).
Kendati ada penjagaan, Mukri menjamin umat Khonghucu bebas menjalankan ritual agamanya, karena masyarakat Kabupaten Bogor sangat dewasa dalam menyikapi perbedaan keyakinan. “Keberadaan rumah ibadah yang dipakai umat Khonghucu dibeberapa kecamatan di Kabupaten Bogor, misalnya di Cibinong, Gunung Sindur dan Parung tak pernah ada masalah dengan warga sekitar,”ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Mukri meminta warga khususnya umat Islam, tak mudah terpancing dengan provokasi dari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab. “Provokasi itu bertujuan untuk memecah belah umat, “tegasnya.
Berdasarkan pantauan sejak terjadinya kerusuhan di Tanjungbalai, aparat keamanan dari TNI yang bertugas di Koramil dan anggota Polsek langsung melakukan penjagaan, seperti yang dilakukan Koramil Gunung Sindur dan Parung.
“Penjagaan ini untuk mencegah terjadinya sesuatu yang tak diinginkan dan ini perintah langsung dari Pangdam III Siliwangi,” tegas Komandan Rayon Militer (Danramil) 2113 Gunungsindur, Kapten (Inf) Dwi Bambang Martikno, ditemui ketika berada di Vihara Ho Tek Bio, Desa Cibinong, Kecamatan Gunungsindur, Minggu (31/07) lalu. (zah)





