Ciomas-bogoronline.com-Proyek pembangunan peningkatan jaringan irigasi, daerah irigasi Kedoya Desa Parakan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, proses pengerjaannya diduga dikerjakan asal-asalan, bahkan tidak sesuai dengan gambarnya.
Proyek senilai Rp.1.046.418.000 ini digarap oleh CV.Narotama selaku penyedia jasa dan PT.Anggelia Oerip Mandiri selaku konsultan pengawas. Menurut penuturan salah satu pekerja, konsultan pengawas jarang berada dilokasi proyek tersebut. “Pengawas tidak setiap hari ada,” kata Kopel Supriatna, salah satu kuli bangunan tersebut kepada wartawan dilokasi proyek, kemarin.
Pantauan dilokasi, sejumlah pekerja tengah merampungkan proyek pengairan tersebut. Diduga campuran adukan pasir dan semen yang digunakan untuk saluran irigasi ini juga tidak sesuai dengan takarannya sehingga sebagiannya terlihat rapuh.
Informasi yang diperoleh, sebagian pondasi yang tertanam didasar sungai juga diduga terdapat kesalahan dan ketidak cocokan dengan gambar rencana, baik dari besaran volume maupun ukuran kedalamannya, karena semestinya pondasi sedalam dua meter namun yang dikerjakan hanya satu meter.
Pelaksana dari CV Narotama, Didin ketika dihubungi melalui selulernya, membantah jika proyeknya dikerjakan asal-asalan. Menurutnya, bahwa terkait pondasi yang sempat dipersoalkan oleh UPT Pengairan Ciawi merupakan kesalahpahaman. “Beberapa waktu lalu UPT sempat melayangkan surat teguran, karena menurutnya ada ketidaksesuaian antara gambar dengan kondisi bangunan, dan itu merupakan kesalahpahaman saja,” kata Didin.
Menurutnya, bangunan yang baru mencapai 70 persen itu memiliki dokumen-dokumen dalam proses pengerjaannya. “Konsultan pengawas dan juru pengairan kan ada, dan kita belum mengerjakan apa yang dipersoalkan. Semestinya UPT tanya dulu dong ke pengawasnya,” tukasnya. (di)





