CIBINONG- Panggede di Kabupaten Bogor mulai mengambil ancang-ancang dalam menuntaskan amanat PP Nomor 18 Tahun 2016 Tentan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru. Skoring terhadap seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah dilakukan dan kini ploting untuk pejabat-pejabat eselon II tengah digodok Bupati Nurhayanti dan kolega.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Adang Suptandar mengatakan, setelah Raperda SOTK selesai dibahas Pansus DPRD Kabupaten Bogor, pengocokan ulang bakal segera dilakukan dan menyampingkan lelang terbuka (open bidding) untuk menduduki kursi jabatan tinggi di sebuah SKPD yang kosong.
“Kan ada SKPD yang naik dari kantor menjadi dinas atau badan. Ada juga yang mekar. Maka akan ada beberapa SKPD yang beluk punya kepala. Jadi kami akan kocok ulang setelah pansus selesai,” kata Adang, Senin (19/9).
“Selain itu, masih kita pikirkan juga untuk SKPD yang naik kelas. Seperti Kantor Arsip dan Perpustakaan. Itu kan naik jadi dinas. Jadi dipimpin oleh esol II. Tapi, pimpinan yang ada sekarang tidak serta merta naik jadi eselon II. Dia tetap eselon III. Jadinya eselon II kita jadi kurang nih,” lanjutnya.
Terpisah, pengamat pemerintahan dari Universitas Ibn Khaldun Bogor, Fri Suhara mengimbau agar Pemkab Bogor selektif dalam menempatkan pejabat-pejabat mudanya. Menurutnya, lelang terbuka merupakan salah satu cara untuk mendapatkan orang yang memiliki kapasitas di bidangnya kelak.
“Supaya pas. Mesti ada uji kompetensi. Jadi terlihat sejauh mana kemampuan yang dimiliki sebelum menjabat kepala SKPD. Kan tidak mungkin seorang insinyur memimpin dinas pendapatan. Jadi harus sesuai dengan disiplin ilmunya. Maka itu perlu open bidding,” tukasnya. (cex)





