Cibinong-bogorOnline.com-Kawasan Cibinong Science Center – Botanical Garden (CSC-BG) milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), bakal menutup akses jalan-jalan kecil yang biasa dilalui oleh masyarakat sekitar. Namun, sebelum menutup jalan-jalan tersebut, pihaknya akan membangun jalan lingkar terlebih dahulu.
Hal tersebut dikatakan Kepala Biro Umum LIPI, Amas, ketika ditemui di kantornya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin.
“Ada 15 ruas jalan termasuk jalan yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua yang akan kami tutup secara bertahap, hal ini untuk membatasi akses guna kelangsungan riset karena disini merupakan pusat penelitian. Tapi hal ini dilakukan setelah jalan lingkar sudah kami bangun sehingga asksebilitas saudara-saudara kita yang berada dibelakang CSC-BG dapat terfasilitasi, ” kata Amas.
Ia menambahkan, pihaknya ingin memberikan suatu edukasi terhadap masyarakat, bahwa lingkungan hidup ini harus dilakukan. Karena hampir semua kawasan sudah berubah fungsi menjadi kawasan industri sehingga harus ada keseimbangan.
Amas yang juga sekretaris eksekutif Badan Pengelola CSC-BG LIPI ini menambahkan, jika jalan lingkar luar telah selesai terbangun, maka akan muncul multi player efek terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Yang kita bangun jalan ini merupakan lahan milik Lipi, tapi untuk kepentingan masyarakat karena itu bagian dari tanggung jawab sosial kami terhadap masyarakat. Untuk itu, agar masyarakat dapat memahami, jangan menjadi salah pengertian. Kita mikirnya jauh kedepan, jangan melihatnya sekarang ini berdasarkan kepentingan kelompok atau segelintir orang saja, karena ini juga kepentingan nasional,” imbuhnya.
Rencananya, CSC-BG yang memiliki luas lahan mencapai 193,194 hektare ini akan menjadi Kebun Raya Cibinong, atau dua kali lipat lebih dari Kebun Raya Bogor (KRB), selain sebagai kawasan terbuka hijau, juga menjadi kawasan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kawasan pendidikan.
“Kawasan ini juga disiapkan menjadi kawasan wisata dalam bentuk Kebun Raya Cibinong, untuk itu secara bertahap dibangun berbagai infrastruktur. Saat ini koleksi tumbuhan mencapai lebih dari 5.000 jenis tanaman langka yang jelas asal-usulnya dari daerah di Indonesia,” ungkapnya.
Terlebih, jelas Amas, jika Kebun Raya Cibinong ini sudah berjalan, maka masyarakat sekitarlah yang dapat menikmati. “Dengan dibukanya Kebun Raya Cibinong, saya yakin banyak pengunjung, otomatis menjadi magnet pertumbuhan ekonomi, masyarakat bisa berjualan dan tenaga kerja juga pasti dari lingkungan sekitar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pertahanan (DTRP) Kabupaten Bogor Joko Pitoyo menuturkan, kawasan CSC-BG merupakan lahan terbuka hijau terluas yang ada di kawasan Cibinong Raya yang juga merupakan bagian dari sub Bagian Wilayah Pengembangan (BWP) dari Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
“CSC-BG ini juga masuk dalam RTRW Kabupaten Bogor sebagai kawasan ruang terbuka hijau. Dalam RDTR Cibinong Raya ada 11 Sub Bwp, selain kawasan Stadion Pakansari kawasan LIPI ini juga salah satu diantaranya,” tuturnya.
Terkait dengan rencana jalan lingkar kawasan CSC-BG, rencananya akan membebaskan lahan sepanjang 900 meter dikali 3 meter. “Kalau jalan lingkar tahap II masih butuh sepanjang 900 meter kali lebar 3 meter tanah dari masyarakat, karena jalannya selebar 6 meter dan disepanjang itu tanah milik Lipi tidak dimungkinkan lagi, selain itu seluruhnya tanah milik Lipi yang akan dipakai dan rencananya Pemkab Bogor yang membangun jalannya,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan bogoronline.com, akibat kebijakan dari kompleks Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cibinong yang menutup akses jalan di Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, warga kampung Sempora melakukan protes.
Pembina Karang Taruna RW10 Dayat Hidayat mengatakan, ditutupnya jalan Lipi itu membuat warga kesulitan untuk hilir mundik beraktifitas sehari-hari yang sebelumnya telah dipergunakan warga sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, sebelum adanya perkantoran itu.
“Tanah yang dijadikan jalan Lipi itu punya nenek moyang kami maka setidaknya mereka menghargai warga kampung,” ujar pria yang biasa disapa Om Day itu.
Dayat menambahkan, maka pihaknya mendesak agar Lipi bisa kembali membuka akses jalan tersebut. Untuk mempermudah warga sekitar ke area perkantoran Pemkab Bogor.
“Kalau ditutup kami harus mutar lewat Jalan TPU Cirimekar. Dua kali lipat jarak tempuhnya,” kesalnya.(di)





