Cibinong – bogoronline.co – Masyarakat Kabupaten Bogor perlu bersiap akan terbukanya lowongan kerja. Hal ini dilihat dari meningkatnya investasi yang mencapai Rp 15,2 triliun di tahun 2016 ini.
Terbukanya lowongan kerja ini diharapkan mengurangi secara signifikan jumlah pengangguran yang mencapai 177 ribu jiwa.
Namun, terbukanya lowongan kerja belum menyerap tenaga begitu banyak, karena banyak investasi yang masuk baru di memulai di bidang kontruksi pembangunan perusahaannya.
“Saya rasa investasi yang masuk kebanyakan baru memulai kontruksi perusahaannya di tahun 2015 dan 2016. Jadi belum maksimal dalam menerima lowongan pekerjaan. Mungkin tahun depan investasi yang masuk baru banyak menyerap tenaga kerja,” ujar Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor Yous Sudrajat, Rabu (14/12/2016).
Ia mengharapkan, investasi yang masuk dibidang industri makanan, tekstil dan yang lainnya karena menyerap banyak tenaga kerja di banding bidang perhotelan dan perumahan.
“Kalau hotel dan perumahan menyerap tenaga kerjanya ga banyak dan jangka pendek. Beda dengan industri makanan, tekstil dan manufaktur yang penyerapan tenaga kerjanya jangka panjang dan lebih banyak,” sambungnya.
Agar tenga kerja Kabupaten Bogor memenuhi kualifikasi. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Teansmigrasi pun mencoba melakukan pelatihan tenaga kerja.
“Sayangnya anggaran pelatihan tenaga kerja dikurangi. Padahal ini untuk memenuhi kualifikasi yang disyaratkan dunia industri,” terang Yous.
Kabid Investasi, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Joner Marpaung menjelaskan investasi yang masuk pada tahun 2016 termasuk padat modal dan padat karya.
“Tiga sektor penyumbang investasi terbesar di Kabupaten Bogor adalah industri mineral non logam sebesar Rp 5,4 triliun, industri makanan sebesar Rp 1,7 triliun dan industri kimia dan farmasi sebesat Rp 392 miliar. Dari industri makanan nantinya menyerap tenaga kerja sebanyak 3.365 tenaga kerja, industri teksil sebesar 3.005 tenaga kerja dn 1.791 tenaga kerja dari industri alat angkutan, transportasi dan lainnya,” kata Joner Marpaung.
Rencana penyerapan itu belum semuanya, karena dilihat dari tiga sektor teratas dalam menyumbang penyerapan tenaga kerja.
“Total ada 24 perusahaan milik asing dan 74 perusahaan milik dalam negeri yang berinvestasi di Bumi Tegar Beriman. Saya perkirakan tahun 2017 mereka menyerap tengaga kerja belasan hingga puluhan ribu jiwa. Kabupaten Bogor diharapkan menyediakan tenaga kerja yang sesuai kualifikasi,” pungkasnya. (CNT)





