BOGORONLINE.com – Pemerintah Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, memaparkan capaian program kerja, potensi wilayah, hingga tantangan pembangunan dalam kegiatan Press Gathering di Aula Kelurahan Kebon Kalapa, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah kelurahan, kecamatan, dan insan media sekaligus menyampaikan perkembangan program yang sejalan dengan visi pembangunan Kota Bogor.
Camat Bogor Tengah, Dheri Wiriadirama, mengapresiasi langkah Kelurahan Kebon Kalapa yang membangun komunikasi terbuka dengan media massa. Menurutnya, kerja sama tersebut penting agar berbagai informasi pembangunan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara luas.
“Tujuan kegiatan ini untuk kolaborasi dan sinergi, bagaimana terbangun komunikasi yang baik antara kelurahan dan media. Banyak sekali potensi di wilayah yang bisa dipublikasikan kepada masyarakat, sehingga melalui pertemuan ini menjadi momentum untuk berbagi informasi terkait Kelurahan Kebon Kalapa,” ungkap Dheri.
Ia menegaskan, seluruh kebijakan dan program di tingkat kelurahan tetap berjalan sesuai koordinasi dengan kecamatan serta arahan Pemerintah Kota Bogor.
“Apa pun yang dilakukan di wilayah tetap berkoordinasi kepada pihak kecamatan sesuai arahan pimpinan. Fokus kita adalah bagaimana pelayanan publik dan realisasi program seperti penanganan RTLH dan penurunan angka pengangguran bisa tepat sasaran,” katanya.
Lurah Kebon Kalapa, Supyawan, menjelaskan pihaknya terus mendorong terwujudnya masyarakat yang cerdas, sehat, dan sejahtera melalui penguatan sektor perdagangan, jasa, pendidikan, dan layanan sosial.
Menurutnya, Kebon Kalapa memiliki posisi strategis sebagai pusat ekonomi Kota Bogor. Sejumlah kawasan usaha seperti Pusat Grosir Bogor (PGB), sentra kuliner, hingga restoran dan kafe menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi warga.
“Bagaimana menuju Kebon Kalapa bisa menjadi cerdas? Kami memaksimalkan peran Taman Bacaan Masyarakat dan memastikan tidak ada anak usia dini yang tidak masuk PAUD. Saat ini ada sekitar 33 hingga 34 unit PAUD yang terus kami pompa semangatnya,” ujar Supyawan.
Selain pendidikan usia dini, pihak kelurahan juga menangani warga putus sekolah melalui program PKBM Paket A, B, dan C, termasuk pendataan ijazah yang tertahan karena kendala biaya.
Di sektor ekonomi, kelurahan aktif memfasilitasi pelaku UMKM, pedagang pasar, serta buruh harian lepas yang beraktivitas di kawasan Pasar Merdeka dan Pasar Kebon Kalapa.
Di balik potensi ekonomi yang besar, Kebon Kalapa juga menghadapi tantangan geografis. Wilayah seluas 53 hektare dengan jumlah penduduk sekitar 12 ribu jiwa itu sebagian berada di bantaran Sungai Cisadane dan area tebing rawan longsor.
“Kami memiliki 9 titik rawan bencana karena wilayah kita dilalui oleh dua sungai besar. Setiap hujan turun, tim kami selalu siaga dan berdoa agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Kami juga terus mengedukasi warga terkait pembangunan sumur resapan dan septik tank mandiri untuk menjaga kualitas lingkungan,” ungkap Supyawan.
Di bidang kesehatan, Kelurahan Kebon Kalapa saat ini tengah menangani 17 kasus stunting melalui kolaborasi bersama Puskesmas dan Dinas Kesehatan.
Sementara dalam mendukung transformasi digital, program Kebon Kalapa Lancar menghadirkan fasilitas Wi-Fi gratis di lingkungan RT/RW dan sejumlah ruang publik.
Supyawan juga menyampaikan masih terdapat sekitar 77 unit rumah yang masuk proses penataan dan penyelesaian.
Ia berharap partisipasi masyarakat, terutama dalam pembayaran pajak, dapat mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di wilayah Kebon Kalapa.
Beberapa potensi unggulan Kebon Kalapa antara lain:
- Kawasan perdagangan melalui Pusat Grosir Bogor (PGB)
- Pengembangan kampung tematik di sepanjang Sungai Cisadane
- Infrastruktur wilayah dengan 10 RW dan 40 RT
- Jembatan Ledeng yang telah direvitalisasi
- Sinergi keamanan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas di pusat kota.





