Menurut warga yang berhasil dihimpun bogoronline.com, kecelakaan terjadi disinyalir karena kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah serta licin akibat hujan dan lumpur. “korban dan keluarganya meminta ganti rugi kepada truk tronton yang menyenggol korban, jalan akses tambang tersebut di stop warga yang mengetahui juga turut memblokir jalan raya tersebut,” ujar Apudin (33) warga disekitar lokasi kejadian laka lantas tersebut, Kamis (31/5/2018).
Akibat pemblokiran jalan tersebut, lanjutnya, telah menyebabkan kemacetan panjang hingga mencapai 3 kilometer lebih. “pengendara sepeda motor yang tersenggol oleh truk tronton memang tidak terluka, namun warga yang mengaku resah dan emosi langsung menyetop truk tronton yang hendak melintas di Gunung Sindur,” ungkap Apudin.
Ia menambahkan, penyetopan truk tronton pengangkut hasil tambang itu, dilakukan warga dan keluarga korban guna meminta ganti rugi kepada truk tronton yang menyerempet kendaraan korban hingga mengalami kerusakan.
Selain itu, warga berharap kepada Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Bogor untuk seceoatnya melakukan penindakan terhadap seluruh truk tronton pengangkut tambang yang melebihi tonase muatannya dan ugal – ugalan. “Termasuk melakukan penindakan tegas terhadap truk tronton yang mepanggar aturan jam operasional yang melintas Gunung Sindur,” pungkasnya. (MUL)





