by

Jelajah Museum Rokok Kretek di Kabupaten Kudus

Reporter: Adelia Maulitania

Editor: Dara Adisti

 

Museum Kretek Kudus (Fotografer: A’idah Husna L.A.)

Rokok sudah tak asing di telinga masyarakat Indonesia bahkan mancanegara. Namun, tahukah Anda bahwa rokok pertama kali muncul adalah di Indonesia? Di sebuah kota kecil di dekat Semarang, tepatnya di Kudus.

Awal mula kemunculan rokok dimulai dari sosok Haji Jamhari. Penyakit dada yang dideritanya telah cukup lama dirasakan dan tak kunjung sembuh meskipun sudah berobat ke banyak tempat. Hal tersebut membuatnya mencoba obat dari rempah-rempah untuk mengobati penyakitnya. Rempah itu adalah cengkih.

Cengkih itu kemudian ia dirajang halus. Dicampur dengan tembakau dan dilinting menggunakan kulit jagung hingga terbentuk sebatang rokok (rokok klobot). Pengobatan tersebut menyembuhkan penyakit yang dideritanya. Setelah itu, rokok buatan Haji Jamhari diproduksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Industri rokok mencapai masa keemasan pada masa Niti Semito. Tokoh pengembang industri rokok kretek bermerek Bal Tiga itu memulai usahanya pada tahun 1906. Ia mendirikan industrinya dengan tenaga kerja yang berjumlah besar yaitu lebih dari 10.000 karyawan.

Berbagai macam jenis rokok zaman dulu. (Fotografer: A’idah Husna L.A.)

Dengan adanya industri rokok Bal Tiga, hal tersebut melatarbelakangi munculnya banyak industri serupa. Pabrik Kretek Goenoeng Kedoe, Tebu dan Cengkih, Delima, Sukun, Jambu Bol, serta Djarum yang berdiri pada tahun 1951.

Sebagai tempat pertama kalinya rokok ditemukan, akhirnya dibangun sebuah museum untuk menyuguhkan kekayaan Nusantara yang telah mendunia itu. Museum Kretek diresmikan oleh Soepardjo Roestam, Gubernur Jawa Tengah, pada 3 Oktober 1986.

Diorama para pekerja rokok. (Fotografer: A’idah Husna L.A.)

Museum ini buka mulai setiap hari pukul 08.00 – 16.00 WIB. Dengan tiket seharga Rp2.000,00 Anda dapat bebas berjalan-jalan dan menikmati suguhan-suguhan yang ada di museum ini. Mulai dari ruangan Nitisemito, alat-alat produksi rokok, sejarah rokok, diorama pembuatan hingga penjualan rokok, serta berbagai merek rokok zaman dulu.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed