by

Girls, Yuk Cegah Keputihan Dengan Melakukan Hal Ini

sumber: sehatq

Reporter: Anne Anisa

Jika mendengar istilah keputihan, sebagian besar dari Anda pasti teringat dengan larangan memakan timun. Ya, itulah mitos yang masih beken hingga sekarang tentang keputihan.

Padahal, sampai saat ini belum ada penelitian tentang pengaruh makanan terhadap keputihan, lho. Jadi, larangan mengonsumsi timun agar tidak keputihan itu kurang tepat.

Maka dari itu, simak informasi seputar keputihan berikut yuk, Girls.

Apa itu keputihan?

Keputihan adalah suatu kondisi ketika seorang wanita mengeluarkan cairan berlebih (selain darah) dari kemaluannya. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan Flour Albus atau Leucorrhea.

Beberapa kondisi keputihan sebenarnya merupakan hal normal yang dialami oleh seorang wanita. Keputihan normal tidak memerlukan penanganan khusus.

Namun, ada juga keputihan yang tidak normal. Biasanya keputihan ini ditandai dengan munculnya bau, gatal, adanya pendarahan di luar masa haid, cairan berwarna hijau atau kuning, dan perubahan cairan keputihan menjadi lengket atau tebal.

Penyebab keputihan

Pada kebanyakan kasus, keputihan disebabkan karena adanya infeksi dari kuman Trikomonas Vaginalis, Kandida Albikans, atau Hemofilus Vaginalis. Selain itu, keputihan juga bisa disebabkan karena melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang membawa kuman atau jamur, lho.

Penggunaan celana dalam dengan bahan yang tidak menyerap keringat juga bisa jadi faktor penyebab keputihan. Hal itu dapat membuat daerah kewanitaanmu lembab dan kadar keasaman (pH) vagina berubah.

Untuk memastikan penyebab keputihan, kamu bisa melakukan pemeriksaan laboratorium dengan mengambil sampel cairan keputihan. Pemeriksaan ini bisa kamu lakukan di rumah sakit terdekat.

Cara mencegah keputihan

  1. Hindari pemakaian sabun di sekitar daerah kewanitaan yang dapat memicu alergi atau iritasi
  2. Hindari penggunaan celana ketat
  3. Pakai celana dalam berbahan katun yang bisa menyerap keringat
  4. Cuci celana dalam dengan detergen tanpa pewangi
  5. Sering mengganti pembalut
  6. Jangan menggunakan tampon untuk menyerap aliran darah saat menstruasi
  7. Basuh kemaluan dengan benar dari depan ke belakang agar bakteri dari anus tidak terbawa ke dalam vagina
  8. Gunakan antibiotika sesuai anjuran dokter

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed