by

Jembatan Otista dan Sempur Akan Diganti Baru

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor berencana akan membangun baru jembatan Otto Iskandardinata (Otista) dan Sempur di seputaran Kebun Raya Bogor. Pembangunan dua jembatan tersebut dibiayai dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dua kegiatan ini digawangi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor. Kepala Bidang Tata ruang, Tata Bangunan, Pengawasan Pengendalian dan Perencanaan pada DPUPR, Sultodi Mahbub mengatakan, estimasi pembangunan jembatan baru di Otista senilai Rp120 miliar, sedangkan jembatan Sempur Rp74 miliar.

“Untuk konsep pembangunan jembatan saat ini penggantian dari awalnya pelebaran dan tidak menyatu dengan jembatan lama. Karena jembatan lama sudah berusia cukup lama. Jadi dibangun jembatan baru dan ini untuk mendukung rencana kedepan transportasi trem,” kata Sultodi, Rabu (23/12/2020).

Tak hanya membangun jembatan, lanjut Sultodi, di konsep pembangunan juga sekaligus dilaksanakan penataan kawasan jembatan yang nantinya terintegrasi dengan pedestrian seputaran Kebun Raya Bogor.

“Penataan itu penguatan pada sayap-sayap jembatan untuk pejalan kaki,” cetusnya.

Dikatakan, pembangunan kedua jembatan tersebut dimungkinkan berbarengan di tahun yang sama. Namun, ia memastikan dalam pelaksanaannya arus lalu lintas kendaraan tidak ditutup total. Dengan kata lain kendaraan masih bisa melintas di jalan Otista dan Jalak Harupat.

“Teknisnya ada rekayasa lalu lintas dan juga tidak sekaligus dibongkar semua. Kanan kiri dulu dibangun, tengahnya tetap masih bisa berfungsi. Setelah itu selesai baru ke tengah. Jadi secara lalu lintas tidak ditutup total. Ini berlaku sama Otista dan Sempur,” terangnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris DPUR, Sony Riyadi menambahkan, dari konsep yang ada pembangunan dua jembatan akan menggunakan metode rancang bangun atau design and build. Sehingga penyedia jasa memiliki satu kesatuan dalam pelaksanaan kontruksinya.

“Satu developer itu meliputi desain, membangun, pengawasan dan pengendalian, jadi satu. Itu ada syaratnya harus mempunyai data teknis. Kita sudah punya desain awal,” kata Sony.

Dijelaskan juga, bahwa metode rancang bangun ini dikarenakan pekerjaan jembatan satu kesatuan dari sisi aliran sungai Ciliwung dan arus lalu lintas yang sama di jalur seputaran Kebun Raya Bogor.

“Dan (metode) baru pertama akan digunakan di Kota Bogor,” tandasnya. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *