PAD Kabupaten Bogor Over Target, Tapi Turun

Headline1.5K views

BOGOR – Mesti dihadapkan pada situasi pandemi covid-19, Pemerintah Kabupaten Bogor berhasil melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Tahun 2020. Jumlah PAD yang terealisasi sudah mencapai Rp. 1,7 Triliun, atau 114 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1,5 Triliun. Namun, dibanding realisasi 2019 sebesar Rp.1,9 Triliun, realisasi PAD Kabupaten Bogor turun sebesar Rp 200 miliar.

“Alhamdulilah mesti suasana pandemi, Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) berhasil mencapai target dan bahkan realisasinya melebihi dari target yang ditetapkan,” ujar Bupati Ade Yasin.

Keberhasilan tersebut, kata dia, tidak lepas dari sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Salah satunya, relaksasi pajak dengan membebaskan biaya denda bagi para penunggak pajak. “Jadi yang tadinya belum bayar karena ada denda, mereka kemudian bayar pajak,” katanya.

Berbagai kebijakan relaksasi pajak, kata Bupati, akan dilanjutkan pada 2021. Ia memberi arahan kepada Kepala Bapenda agar PAD di 2021 mengalami kenaikan lebih signifikan. “Supaya semua pembangunan Kabupaten Bogor bisa terbiayai,” kata dia.

Kepala Bapenda Kabupaten Bogor, Arif Rahman mengatakan, objek pajak yang menjadi primadona dalam realisasi PAD masih didominasi pajak bumi dan bangunan. Sementara sektor pariwisata, jasa hotel dan restoran diakuinya masih belum optimal. “Untuk pariwisata hotel dan restoran karena pandemi memang masih rendah, tapi sekarang sudah mulai bagus lagi,” kata dia.

Selain faktor pandemi, rendahnya kepatuhan pajak pariwisata dikarenakan ada sistem yang kurang mendukung pelaku usaha di sektor pariwisata untuk mendapat kemudahan membayar pajak. “Sistemnya ini kalau misalkan ada pajak yang belum terbayar tahun lalu, sistemnya mengunci,” katanya.

Arif pun memastikan akan memperpanjang kebijakan relaksasi pajak di 2021. Menurut dia, kebijakan tersebut cukup signifikan di 2020. “Kemudian kita juga akan membangun sistem yang lebih baik untuk memudahkan pelayanan pajak,” kata dia.

Dalam APBD 2020, sebenarnya pemerintah menargetkan PAD sebesar Rp 1,9 Triliun. Target ini mengacu pada realisasi PAD 2019 sebesar Rp1,9 Triliun. Namun, pandemi membuat sektor usaha lesu di awal 2020. Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Bogor kemudian merevisi target PAD menjadi Rp1,5 Triliun di APBD Perubahan. “Saat ini sudah realiasisasinya sudah Rp1,7 Triliun. Jadi over targetnya cukup signifikan, (realiasasi PAD) 114 persen,” kata dia (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *