SUKARAJA-Bupati Bogor Ade Yasin meminta calon Kepala Desa yang berkontentasi pada Pilkades serentak untuk siap menerima hasil menang atau kalah. Menurut dia, apapun pilihan masyarakat harus dihormati dan jangan sampai menimbulkan perpecahan.
“Dalam sebuah kontestasi tentu pemenangnya hanya satu, jadi calon harus siap menerima apapun hasilnya,” ujarnya, saat memantau langsung jalannya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bogor, Minggu (20/12).
Ada dua Kecamatan yang dikunjunginya, pertama Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02 Desa Cipambuan, Kecamatan Babakanmadang.
Usai itu, Ade Yasin menyambangi TPS 04 Yayasan Dharmais, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Bupati juga meminta, jika ada pihak yang merasa dirugikan tidak menggunakan jalan unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi. “Ada mekanismenya, dan ada tempat mengadunya. Jangan sampai protes lalu menimbulkan kerumunan,” kata dia.
Bupati mewanti-wanti, Pilkades jangan sampai menjadi kluster penularan virus korona. Karena itu, sejak tahap awal, Pemerintah juga telah mengeluarkan sejumlah aturan tentang protokol kesehatan.
Hasil pemantauan di dua TPS yang dikunjungi Bupati tersebut, panitia sudah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat.
Ade Yasin menjelaskan, Prokes yang diterapkan sudah sangat baik, saat masuk ke TPS, pemilih diukur suhu tubuhnya dengan thermo gun.
Selain itu, antrean juga dibuat berjarak dengan menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).
Ade Yasin mengaku, bersyukur masyarakat Kabupaten Bogor mengerti pentingnya menerapkan prokes di tengah pandemi Covid-19.
Ia berharap TPS lain juga menerapkan hal serupa. Dari sisi keamanan, Pilkades Serentak juga masih terpantau kondusif.
“Insyaallah protokol kesehatan ini kita terapkan dan masyarakat alhamdulillah paham,” ungkapnya. (*)





