by

PSBMK Diperpanjang, Pemkot Bogor Keluarkan 7 Point

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) yang diberlakukan mulai 9 Januari 2021 lalu akan menunjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali yang akan diberlakukan 11 Januari 2021.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, PSBMK di Kota Bogor diperpanjang hingga 25 Januari 2020. Pembatasan kali ini akan menyesuaikan PPKM di wilayah Jawa dan Bali. “PSBMK diperpanjang sampai 25 Januari. Kami menyesuaikan dengan pemerintah pusat diberlakukan PSBB ketat se-Jawa Bali,” ungkap Bima Arya, kepada wartawan, Minggu (10/1/2021).

Bima Arya mengatakan, peraturan yang akan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat nanti yakni pembatasan kerja atau WFH sebesar 75 persen, jam operasional tempat usaha seperti mal hanya sampai pukul 19.00 WIB dan pembatasan kapasitas rumah makan dan restoran 25 persen.

“Bapak Menko meminta agar kepala daerah memperketat lagi semuanya. Jadi PSBB tanggal 11 Januari diperketat lagi. Nah ini, kami sudah sosialisasikan terus sehingga 11 Januari akan siap dijalankan. Ini kan berlakunya SeJawa dan Bali. Bukan hanya DKI, kebijakan ini berlaku SeJawa dan Bali,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bagian Hukum dan HAM Kota Bogor, Alma Wiranta menyampaikan, Pemkot Bogor telah mengeluarkan Surat Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 440.0801-2 tentang Perpanjangan keenambelas Pembatasan Sosial Berskala Besar Berbasis Mikro dan Komunitas (PSBBMK) dan Surat Edaran Wali Kota Bogor Nomor 440/111-Huk.HAM tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan (PKM).

Kedua surat tersebut ditandatangani Wali Kota Bima Arya tanggal 8 Januari 2021 lalu, dan khusus SE pemberlakuannya dimulai tanggal 11 sampai 25 Januari 2021.

“SE yang dikeluarkan tersebut sebagai tindaklanjut kebijakan pemerintah pusat untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 di wilayah Jawa-Bali yang sangat signifikan peningkatannya,” kata Alma.

Terkait pembatasan kegiatan masyarakat, Pemkot Bogor mengeluarkan 7 point penting, yaitu di tempat kerja dibatasi WFO sebanyak 25 persen, kegiatan pendidikan secara online, pemenuhan kebutuhan pokok di pasar, toko dan swalayan tetap berjalan 100 persen.

Kemudian, kegiatan di mall dibuka pukul 08.00 dan tutup 19.00 WIB, sedangkan rumah makan dibatasi kapasitas 25 persen dengan jam operasional sampai pukul 22.00. Kegiatan kontruksi tetap berjalan 100 persen dengan protokol kesehatan.

Untuk kegiatan ibadah dibatasi kapasitas 50 persen dengan protokol kesehatan, dan terakhir menghentikan sementara kegiatan sosial budaya yang menimbulkan kerumunan.

Alma menambahkan, perpanjangan PSBMK dalam penanganan COVID-19 Kota Bogor, untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaannya, Pemkot Bogor, TNI dan Polri bersama seluruh komponen instansi yang tergabung dalam Satgas COVID-19 Kota Bogor akan terus melakukan pengawasan ketat dan memberlakukan pengenaan sanksi terhadap pelanggaran Protokol Kesehatan kategori 5M, melalui instrument Perwali Nomor 107 Tahun 2020, dan setiap waktu dapat diakses melalui Pos Pencegahan Terpadu COVID-19 di Sekretariat Satgas Covid-19 Kota Bogor.

“Kategori Protokol kesehatan 5M, yaitu Menggunakan Masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan atau handsanitizer, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas-interaksi, hal ini sebagaimana penekanan kebijakan yang disampaikan Pak Wali Kota Bogor Bima Arya untuk efektif pengendalian Covid-19 di Kota Bogor,” kata Alma. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *