by

Bima Arya Tinjau RW Zona Merah Bersama Jajaran Sinergitas Tiga Pilar

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya memimpin apel sinergitas tiga pilar di Komplek BNR, Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (3/2/2020). Keberadaan tiga pilar di tingkat wilayah sangat penting dalam pencegahan dan penanganan pandemi covid-19.

Bima Arya mengatakan, sinergitas tiga pilar antara Pemkot Bogor, Polresta Bogor Kota dan Kodim 0606/Kota Bogor harus berjalan beriringan hingga tingkat kecamatan, kelurahan, bahkan RW sebagai wujud tanggung jawab dan wujud nyata keberadaan pemerintah dan penyelenggara negara dalam melindungi keselamatan warga.

“Covid-19 di Kota Bogor saat ini sedang berada di posisi yang sangat tinggi. Ini kondisinya darurat. Kemarin rekor 150 positif dalam satu hari. Tidak bisa dianggap enteng. Pemerintah Kota Bogor tidak bisa sendiri, semua harus bergerak bersama-sama. Strategi kita hari ini adalah, memastikan bahwa ada kebijakan yang fokus betul-betul kepada wilayah. Warga yang seharusnya isolasi, harus betul-betul isolasi. Warga yang harus dirawat, dipastikan harus dirawat. Warga yang perlu difasilitasi untuk logistik, dipastikan difasilitasi logistiknya,” ungkap Bima Arya.

Bima pun berpesan kepada para petugas untuk tetap menjaga kondisi agar bisa maksimal dalam bertugas melayani warga.

“Terimakasih atas penguatannya kepada seluruh jajaran. Seluruh unsur harus berpadu dan bersatu, kita harus solid. Yang penting adalah ketika bertugas, tetap dijaga protokol kesehatannya. Kita harus yang paling sehat, jangan sampai ada yang terpapar,” katanya.

Usai apel, Bima Arya mengunjungi sejumlah titik rumah warga yang sedang isolasi mandiri karena terpapar Covid-19 tanpa gejala di kawasan Pamoyanan, Bogor Selatan. Selain memberikan sejumlah bantuan logistik, Bima Arya menyempatkan berbincang dengan warga yang terpapar dari kejauhan. Bima juga terlihat menempelkan stiker di depan rumah warga bertuliskan ‘Mohon Doanya Kami Sedang Isolasi Mandiri’.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro menyatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk membentuk RW Tangguh agar penanganan Covid-19 juga dilakukan hingga tingkat permukiman.

“Tadi meluncurkan RW Tangguh, secara serentak di 6 kecamatan. Di sana ada sub Satgas Pengawasan Protokol Kesehatan. Di sana ada pengawasan isolasi mandiri. Di sini ada koordinator relawan untuk bantuan, analisa evaluasi bagi RW yang 3 minggu berturut-turut angka kasus positifnya tinggi, kemungkinan kita akan lakukan pengawasan secara ketat di RW tersebut,” jelas Susatyo.

Ia menambahkan, jajaran Polresta mengoptimalkan hampir 2/3 kekuatan untuk tugas-tugas penanganan Covid-19. “Jadi ada hampir 800 personel kami hanya untuk mengurusi Covid-19 ini. Apa yang kami lakukan? Tentunya yang pertama kami melakukan preemtif pada skala mikro sampai dengan RT RW, kami sudah membentuk Polisi RW untuk menyadarkan pada tingkat-tingkat yang lebih kecil,” kata dia.

“Secara preventif, kami juga melakukan crowd free road anti kerumunan. Ruas-ruas jalan yang pada kami tutup, kami berikan imbauan, makan gantian, belanja gantian, dan lain sebagainya. Pada sisi penegakan hukum, tim pemburu pelanggar protokol kesehatan, gabungan dengan Satpol PP dan TNI tidak henti-hentinya terus melaksanakan kegiatan. Ada sekitar 10 cafe dan hampir 700 orang yang kami lakukan penindakan. Sehingga, baik itu preemtif, preventif, maupun penegakan hukumnya, itu berjalan secara paralel, bersamaan,” bebernya.

Termasuk juga, lanjut Susatyo, pihaknya juga menghadirkan program peduli isolasi mandiri. “Supaya masyarakat yang sedang isolasi mandiri, yang tidak tertampung di rumah sakit, itu juga disiplin supaya tidak keluar rumah, dan warga juga gotong royong membantu,” pungkasnya.

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *