by

Peringati HPSN, Indocement Berikan Pelatihan Daur Ulang Sampah

BOGORONLINE.com – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, tetap konsisten mengkampanyekan program pengolahan atau daur ulang sampah kepada warga desa binaan sekitar pabrik Citeureup. Pada momen peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pertengahan Februari lalu, Indocement melatih cara mendaur ulang sampah menjadi benda atau barang bernilai ekonomi.

“Sampah, khususnya limbah rumah tangga banyak yang bisa dimanfaatkan, tapi masalahnya masyarakat belum tahu cara untuk mendaur ulangnya, makanya pada peringatan HPSN, kami menggelar pelatihan cara mendaur ulang sampah,” kata CSRS Division Manager PT Indocement, Gadang Wardono, dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/3/2021).

Gadang mengatakan, pelatihan teknis mendaur ulang sampah berlangsung di Kamung Cigeger, Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup. Kampung tersebut merupakan binaan perusahaan yang akan dijadikan lokasi percontohan proyek daur ulang sampah.

“Karena masih masa pandemi Covid -19, pelatihan tak dilakukan secara langsung, tapi lewat daring atau virtual,”ujarnya.

Kampung Cigeger kata Gadang, merupakan Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yang dibina tim CSR Indocement. Pelatihan bertujuan agar masyarakat mengetahui tata cara pengelolaan sampah skala rumah tangga.

Gadang mengatakan, pelatihan pengelolaan sampah virtual itu ini disampaikan dalam empat sesi pertemuan yang berbeda. Pertama pada 21 Ferbuari, 28 Februari, hingga 7 dan 14 Maret 2021.

“Materi pelatihan dan edukasi pengelolaan sampah yang dibahas pengantar peraturan perundang-undangan pengelolaan lingkungan, teknik penanganan limbah lingkungan melalui bank sampah, pembuatan kompos skala rumah tangga, teknik daur ulang sampah non organic dan strategi penjualan hasil pengolahan limbah,” Gadang menjelaskan.

Selain diberikan materi, peserta pelatihan kata Gadang lagi, peserta diajak untuk tur secara virtual ke area Unit Pengelolaan Kebersihan (UPK) SS45 dan kebun anggur di KRL Tujuannya, agar peserta dapat melihat via daring bagaimana praktik pengelolaan sampah yang telah dilakukan di UPK berikut hasil budidaya anggur yang dikembangkan KRL.

“Peserta yang mengikuti pelatihan dan edukasi berasal dari berbagai kalangan dan tingkatan umur, mulai dari masyarakat umum, pelajar, Karang Taruna, serta pemerhati ataupun praktisi yang peduli terhadap lingkungan yang diseleksi secara terbatas (20 peserta setiap sesi),” Gadang menutup. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *