Bogoronline.com – Program pengembangan kawasan Geopark Nasional Pongkor tidak sesuai dengan rencana. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin mengatakan, proyek prestisius tersebut tidak berjalan karena banyaknya bencana alam dan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.
“Itu berdampak tertundanya kegiatan pembangunan dan peningkatan infrastruktur di wilayah Geopark, bahkan akibat bencana alam di 4 kecamatan yang akan jadi inti Geopark kita mengalami kerugian mencapai 1,4 triliun rupiah,” kata Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanuddin, Kamis (22/4).
“Sebetulnya sudah masuk di Teras Pancakarsa dan menjadi program prioritas, akan tetapi karena bencana alam dan pandemi Covid-19, maka pendanaan dari provinsi tidak turun sebab dana tersebut digunakan untuk penanganan Covid-19,” lanjut dia.
Dalam rapat koordinasi dengan Badan Pengelola Geopark Pongkor di Bappedalitbang Kabupaten Bogor itu, Burhanuddin sampaikan beberapa hal dalam rangka percepatan Pengembangan Kawasan Geopark Nasional Pongkor menuju Geopark Pongkor sebagai Universal Global Geopark (UGG), yang sempat tertunda akibat bencana alam dan pandemi Covid-19.
Burhanudin menyatakan bahwa, rapat koordinasi percepatan pengembangan Kawasan Geopark Nasional Pongkor 2022-2023, dilakukan sebagai sarana evaluasi pelaksanaan kegiatan sejak ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada November 2018 lalu, serta mengevaluasi rencana peningkatan status Geopark Pongkor sebagai UGG pada tahun 2021.
“Geopark Nasional Pongkor merupakan salah satu dari 15 Geopark Nasional Indonesia, juga jadi salah satu 5 Geopark yang dikembangkan oleh pihak Provinsi Jabar yaitu, UGG Ciletuh Sukabumi, Aspiring Geopark Citatah Kabupaten Bandung Barat. Kemudian Aspiring Geopark Pangandaran Kabupaten Pangandaran dan Aspiring Geopark Tasikmalaya Kabupaten Tasikmalaya,” ungkap Sekda.
Menurutnya, Pemkab Bogor telah melakukan pengembangan Geopark Pongkor sebagai prioritas pembangunan dalam RPJMD tahun 2018-2023. Melalui salah satu program Pancakarsa Bogor Maju, tentunya harus didukung oleh berbagai unsur hingga masyarakat agar dapat mencapai target UGG di akhir RPJMD 2018-2023.
“Tahun 2019-2020 kita mengalami musibah bencana banjir dan longsor yang menimpa empat kecamatan dikawasan Geopark yaitu Jasinga, Cigudeg, Nanggung dan Sukajaya ditambah merebaknya pandemi Covid-19 diawal tahun 2020. Hal itu berdampak terhadap pembangunan daerah terutama terhadap pengembangan Kawasan Geopark Nasional Pongkor,” ujar Burhanudin.
Pengembangan Geopark Pongkor, kata Burhan, sangat penting untuk dilakukan karena merupakan program yang menyentuh seluruh Karsa, mengingat Kawasan Geopark Pongkor secara administratif terdiri dari 15 Kecamatan yang secara sosial ekonomi termasuk kecamatan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada dibawah rata-rata IPM Kabupaten Bogor.
“Pengembangan Geopark Pongkor ini bisa mendorong peningkatan perekonomian, pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur dan berbagai aspek lainnya yang potensial untuk meningkatkan angka IPM secara signifikan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” sambung Sekda.
Burhanudin mengimbau, kepada setiap anggota pengurus Badan Pengelola Geopark Pongkor untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan optimal.
“Kami juga berharap peran serta para pengusaha untuk mendukung pengembangan Kawasan Geopark Nasional Pongkor melalui program edukasi dan pemberdayaan masayrakat serta pengembangan sarana dan prasarana,” pungkasnya. (Egi)





