by

Bertemu Menko Ekuin, Mulyadi Minta Percepatan Jalur Puncak Dua dan Pemekaran Botim

BOGORONLINE.com, CIBINONG – Kemacetan yang terjadi di Jalur Puncak Kabupaten Bogor menuju Cianjur pada hari libur, menjadi masalah tersendiri bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Setidaknya, menjadi penghalang warga dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Kondisi itu merupakan keluhan serius yang tidak pernah terpecahkan oleh pemerintah hingga saat sekarang.

Anggota Komisi V DPR RI H.Mulyadi mengakui, kemacetan jalur Puncak sudah sangat parah. Sehingga perlu mencari solusi untuk mengatasi kemacetan tersebut. Sebagai solusi kata dia, pemerintah harus membuka jalur baru atau jalur alternatif. Seperti yang telah direncanakan pemerintah Kabupaten Bogor sebelumnya, yakni Poros Tengah Timur atau Jalur Puncak Dua.

“Jalur puncak dua dapat dijadikan sebagai jalur alternatif. Jalur ini melalui Sentul Selatan ke arah Sukamakmur menuju Kota Bunga Cipanas. Dengan jalur itu, dapat mengurangi kepadatan di jalur utama puncak yang selama ini menjadi pusat kemacetan terparah,” kata Mulyadi di Cibinong usai berkunjung ke kediaman Menko Ekuin Erlangga Hartarto kemarin.

Politisi Gerindra itu mengaku, telah bertemu Erlangga dan meminta agar pemerintah mendorong percepatan pembangunan ekonomi Jawa Barat khususnya Kabupaten Bogor. Dirinya melihat, masih ada ketimpangan dalam sektor itu.

“Pemerintah pusat perlu melakukan percepatan pembangunan ekonomi di Kabupaten Bogor. Saya melihat, sektor itu perlu perhatian khusus,” tegas Mulyadi.

Selain itu, dirinya juga meminta pemerintah pusat agar mendorong pembukaan secara selektif moratorium percepatan pemekaran DOB Kabupaten Bogor Timur (Botim). Karena, wacana itu sudah menjadi konsumsi utama masyarakat di 7 Kecamatan, Gunungputri, Cileungsi, Klapanunggal, Jonggol, Cariu, Sukamakmur dan Tanjungsari.

“Dengan pemekaran, dapat memberikan pelayanan yang lebih efisien serta dapat mengembangkan pembangunan sektor ekonomi yang kebih baik. Perubahan itulah yang ditunggu masyarakat botim saat ini,” tandas Mulyadi. (Soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *