by

DPMPTSP Genjot Investasi di Kota Bogor

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Realisasi investasi Kota Bogor pada 2020 mengalami penurunan dibandingkan periode tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) capaian di angka Rp1,65 triliun.

“Capaian tahun kemarin memang terjadi penurunan investasi dikarenakan situasional pandemi Covid-19, namun kita masih melihat perkembangan investor ke Kota Bogor cukup bagus, dimana tahun 2019 bisa Rp2,5 triliun dan di tahun 2020 Rp1,65 triliun,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor, Firdaus, belum lama ini.

Firdaus mengatakan, realisasi nilai investasi tersebut merupakan hasil evaluasi BKPM. Ia berharap betul realisasi investasi dapat meningkat di tahun ini.

“Iya, mudah-mudahan giat perkembangan bisnis ataupun juga investor yang datang ke Kota Bogor itu bisa lebih baik. Memang, untuk pengajuan permohonan pembangunan besar belum ada, masih menunggu revisi RTRW selesai. Seperti itu,” tandasnya.

Dengan demikian, lanjut dia, untuk menarik minat investor dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor, pihaknya akan mempercepat proses pengajuan pelayanan di DPMPTSP.

“Kita coba menggenjot seperti retribusi IMB, reklame dan upaya-upaya mempermudah proses percepatan perizinan, sehingga minimal PAD ataupun investasi bisa terus merangkak naik dan lebih baik,” ujarnya.

Ia mengemukakan, pada 2020 sektor yang cukup baik menyumbang investasi di Kota Bogor, diantaranya adalah pembangunan-pembangunan untuk skala tidak besar.

“Kemarin itu, ada beberapa seperti pembangunan ruko tercatat nilai investasinya. Itu cukup bagus bisa menopang juga perkembangan ekonomi di Kota Bogor, yang tentunya dengan nilai investasi tahun lalu katakanlah turun drastis berkisar 20 persen, maka diharapkan tahun ini bisa up lagi,” tandasnya.

Tahun ini, pihaknya menargetkan pencapaian investasi di Kota Bogor bisa di angka Rp2,5 triliun. Ia pun berharap sektor perekonomian masih bisa tumbuh di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Tahun lalu, di awal pandemi tidak terlalu mengagetkan bagi sektor ekonomi sehingga masih berjalan, sekarang kan benar-benar mengalami penurunan drastis, saya berharap giat usaha, proses perizinan tidak terdampak signifikan. Tahun sekarang targetnya minimal Rp2,5 triliun,” kata Firdaus. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *