by

Kasus Lahan TPU Serang, Ahli Waris dan Warga Nyaris Bentrok

BOGORONLINE.com, BEKASI – Salah satu warga Kampung Serang Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Iyan Tjakra Bineka yang akan mengubur keluarganya di Taman Pemakaman Umum (TPU) Serang, nyaris bentrok dengan ahli waris pemilik lahan. Pelarangan oleh Gunawan alias Kiwil selaku ahli waris lahan yang dijadikan TPU, sebagai bentuk kepatuhan terhadap hukum. Karena status lahan masih dalam proses hukum.

Lahan TPU, masuk ranah hukum lantaran Kepala Desa (Kades) Taman Rahayu Abdul Wahid (AW) bersama stafnya diduga kuat telah melakukan perbuatan melawan hukum yakni pemalsuan surat seolah-olah asli. Hal itu terlihat dalam Laporan Polisi Nomor LP 1106/687-SPKT/K/XII/2018/Restro Bks tanggal 13 Desember 2018, atas nama Pelapor Gunawan alias Kiwil.

Hasil penyelidikan penyidik, Kades beserta 3 orang staf ditetapkan sebagai tersangka. Mereka melanggar pasal 263 KUHP. Hasil penyidikan, berkas yang diajukan penyidik kepada penuntut telah dinyatakan lengkap (P 21) oleh Kejaksaan Negeri Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Beredar vidio berdurasi 7.42 menit di masyarakat Serang, Iyan Tjakra dan Kiwil saling menyalahkan dan saling tuding. Iyan bersih kukuh mengubur keluarganya H. Enju bin Iten diatas lahan tersebut. Karena dirinya yakin bahwa lahan yang dijadikan TPU bukanlah milik Ontel bin Teran, orang tua Kiwil.

“Sebelum ada putusan pengadilan, saya tidak akan berhenti mengubur disini. Tapi kalau sudah ada putusan pengadilan, yang mengatakan lahan itu mililk Ontel bin Teran, baru warga berhenti mengubur di tempat ini,” kata Iyan dalam vidio di TPU, Sabtu (10/4).

Sementara itu, Kiwil mengatakan, dalam kasus yang menjerat kades, Iyan menjadi saksi meringankan tersangka. Iyan bersaksi bahwa lokasi TPU sudah ada sejak.dulu. Namun disayangkan tidak dapat memperlihatkan bukti otentik.

“Dalam vidio, saya anggap dia orang tidak waras, karena pernyataan sebelumnya akan mendukung penegakan hukum, tidak menggunakan memanfaatkan lahan sampai ada putusan pengadilan. Tapi nyatanya, justru dia yang mimpin proses penyiapan lahan,” tegas Kiwil

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, lahan yang dijadikan TPU oleh warga itu, dilaporkan Kiwil ke penyidik Polres Metro Kabupaten Bekasi. Pelapor melaporkan Kades AW atas perbuatan melawan hukum sebagai mana dimaksud dalam pasl 263 KUHP. Kasusnya saat ini dinyatakan Kejaksaan Negeri Cikarang lengkap (P 21).

“Saya tidak bermaksud melakukan intervensi kepada aparat penegak hukum, namun sangat disayangkan tidak ada penahanan bagi tersangka. Karena para tersangka masih berkeliaran bebas,” tandas Kiwil (soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *