by

Langkah Dinsos Tangani PMKS Jelang Lebaran

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor terus berupaya melakukan penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di sejumlah jalan terlebih terjadi peningkatan jumlah menjelang lebaran. Dalam hal ini, Dinsos membentuk tiga tim terbagi untuk pemantauan, edukasi dan pendampingan.

“Saat ini, kami utamakan untuk menangani keluarga yang terlantar. Kami urus. Kalau sakit, dibawa ke rumah sakit. Terus dikembalikan ke keluarganya atau ke Dinsos tempat asal. Kabanyakan yang ditangani itu ada gangguan dari sisi fisik maupun mental,” kata Kepala Dinsos Kota Bogor, Fahrudin, Selasa (11/5/2021).

Ia melanjutkan untuk penanganan kondisi musiman saat ini terkait para pencari nafkah di pinggir jalan akan dilakukan setelah Idul Fitri. Dalam kegiatan itu, pihaknya akan melibatkan Satpol PP.

Fahrudin mengatakan keberadaan mereka saat ini memang mengalami peningkatan terlebih di masa pandemi Covid-19. Di sisi lain, sambungnya, banyak warga yang dermawan sehingga Kota Bogor menjadi tempat yang nyaman bagi pengemis dan lainnya.

“Pantauan di lapangan kebanyakan di Jalan Ahmad Yani, R3 dan nanti normal setelah hari raya. Kalau sekarang untuk kegiatan besar penampungan tidak siap, makanya hanya dipantau dan diimbau untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Kota Bogor, Rokib Al Hudri menambahkan, berkaitan PMKS, Dinsos telah melakukan penjangkauan secara langsung di lapangan.

“Penjangkauan ini fungsinya untuk melihat kondisi mereka di lapangan, kemudian memindahkan mereka dari tempat ruang publik yang akan berdampak besar bagi masyarakat secara umum. Sehingga kami sekat dan dilarang serta berharap tidak berkegiatan di situ,” paparnya.

Ia menambahkan langkah upaya yang dilakukan adalah bagaimana mereka dalam berkegiatan tidak menggangu publik, arus lalu lintas atau tidak terlihat kumuh dan berkumpul di jalan.

Namun, pihaknya akan melakukan evakuasi kepada mereka yang bukan dari Kota Bogor.

“Apabila ditemukan mereka bukan warga Kota Bogor akan dievakuasi ke kantor Dinsos. Setelah diasesemen ketemu alamatnya, kami bekerjasama dengan dinsos setempat untuk dipulangkan ke tempat asalnya,” terangnya.

Disamping itu, pihaknya juga memberikan edukasi terhadap mereka, seperti memberikan penjelasan bahwa profesi mereka tidak salah akan tetapi tempatnya salah karena ada aturan yang berlaku di Kota Bogor.

Dalam kegiatan tersebut, ada 12 orang tim penjangkauan yang melibatkan juga unsur kecamatan. Tim ini bertugas secara mobile dan di luar jam kerja tim melakukan pengawasan di masing-masing kecamatan.

“Selain tim pemantauan, ada tim evakuasi berjumlah enam orang dan terakhir ada tim pendampingan. Jadi bagi mereka yang sulit dipulangkan ataupun edukasi dan sebagainya kerena keterbatasan, tim pendampingan akan melakukan pendekatan kepada keluarganya melalui home visit, pungkasnya. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *